Selasa, 07 Oktober 2014

Bacaan Takbir Hari Raya (Takbiran)

Assalamu’alaikum, wr,wb.

Allhamdulilah di hari yang cerah ini  saya masih di beri kesehatan untuk berbagi pengetahuan dan informasi kepada sobat-sobat semua, baiklah tanpa panjang lebar pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang teks dan bacaan takbir hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, nah… bagi yang ingin takbiran pada malam hari raya di masjid atau di mushola dekat tempat tinggal sobat-sobat semua tapi kurang hafal atau belum tahu bacaanya, berikut teks dan bacaannya:




A. Bacaan Takbir Pada Umumnya

Allaahu akbar… Allaahu akbar… Allaahu akbar…
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Artinya:


Allah Maha Besar.. Allah Maha Besar.. Allah Maha Besar..
Tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar, dan milikNya lah segala puji.
B. Bacaan Takbir yang Sempurna

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa...
Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin walau karihal – kaafiruun…
Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah.
Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Artinya:
Allah Maha Besar kebesaranNya, Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan tiada yang kami sembah kecuali Allah, dengan ikhlas kami beragama kepadanya, walaupun dibenci orang-orang kafir.
Tiada tuhan selain Allah, satu-satunya (Tuhan), Dia memenuhi janjiNya, Dia menolong hambaNya, Dia mengokohkan tentara-Nya dan menghancurkan pasukan sekutu sendirian.
Tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar!, Allah Maha Besar dan milikNya lah segala puji.
Sekian tentang teks dan bacaan takbir hari raya (takbiran), mari bertakbir di malam hari raya sebagai symbol kemenangan kita selama sebulan penuh berperang melawan hawa nafsu, terima kasih, semoga bermanfaat, Aamiin…
Wasalamu’alaikum, wr. wb.

Sumber : http://cobah-ajah.blogspot.com/2012/07/bacaan-takbir-hari-raya-takbiran.html 


Rabu, 01 Oktober 2014

Haji Akbar


Menurut pendapat sebagian ulama ada beberapa penjelasan terkait Haji Akbar ini. Dimana sebagian ulama yang menyebut Haji Akbar ini terjadi hanya sekali ketika zaman Nabi Muhammad SAW menjalankan Haji Wada'. ada juga yang menyebut Haji Akbar adalah ketika pelaksanaan Wukuf di Arafah adalah pada hari Jumat. Waktu Wukuf adalah dari tergelincirnya hingga terbenam Matahari.

Haji Akbar ini memiliki keistimewaan dibanding Haji pada hari biasa. "Ada riwayat yang menyebutkan satu kali Haji Akbar pahalanya sama dengan 70 kali berangkat haji,"

Istilah "Haji Akbar" berasal dari Alquran (At-Taubat 3):

"Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih"

Untuk memperoleh pengertian atau makna dari istilah "Haji Akbar" ini dapat kita telusuri dalam kitab-kitab tafsir yang ada, dimana sebagian ulama berpendapat bahwa "Haji Akbar" itu ialah hari raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu ketika pelaksanaan penyembelihan hewan korban (Yaumun Nahr), mencakup hari-hari melempar jumrah, Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa "haji akbar" ketika pelaksanaan Wukuf di Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah adalah pada hari Jumat.

Berbagai macam asumsi , pendapat , kepercayaan , keyakinan , tentang haji akbar ini berkembang di tengah masyarakat yang berasal dari pendapat beberapa ulama dan ahli tafsir bukanlah hal-hal yang harus diperdebatkan dan diperpanjang, sehingga menjadikan umat islam terpecah belah dan berselisih. karena esensi yang terpenting dari ibadah haji tersebut adalah lebih kepada perubahan sikap dan perilaku manusia itu sendiri setelah melakukan ibadah haji. lebih baikkah atau lebih buruk dari sebelumnya.

Wallaahu A'lam
http://islamadiena.blogspot.com/2011/11/haji-akbar.html

Senin, 15 September 2014

The Quran Answer Jangan Pernah Mengeluh


Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin ...”
Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata 'jadi' maka 'jadilah'. (QS.Yasin:82)”

Ketika kita mengeluh : “Capeeeek banget ..!!”
Allah menjawab : “... dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat. (QS.An-Naba:9)”...

Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya ...”
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS.Al-Baqarah:286)”

Ketika kita mengeluh : “Streeesss...Panik...”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingat-Ku hati akan menjadi tenang. (QS.Ar-Ro’d:28)”

Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh .. ini mah semuanya sia-sia ...”
Allah menjawab : “Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya. (QS.Al-Zalzalah:7)”

Ketika kita mengeluh : “ Duh ... sedih banget deh!!”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita. (QS.At-Taubah:40)”


Jumat, 12 September 2014

"Gokil!", Nostalgia 80-an dan 90-an di Facebook


Notifikasinya benar-benar mengalir deras; tiap detik. Alhasil, semua posting yang biasanya hanya berasal dari friendlist pribadi langsung bergeser atau kalau mau dibilang jujur adalah lenyap, tergantikan oleh postingan-postingan baru dari anggota grup ini.

Memang, untuk ukuran public group di Facebook, fan page Hits From The 80s & 90s patut dibilang dahsyat. Siapa pun yang baru bergabung, bakal terkaget-kaget lantaran timeline mereka langsung dihujani postingan anggota grup "jadul" tersebut.

Mulai kalimat candaan, foto-foto, klip video, dan sebagainya berbau khas era 80-an dan 90-an. Alhasil, saking penuhnya, susah membedakan sebuah postingan itu dari posting friendlist pribadi atau grup ini.

Ungkapan anggota bernama Dimas Wurianto ini, misalnya. "Kalo Anda bingung antara beranda FB Anda dengan Halaman Grup ini....kita senasib."

Status Dimas itu lantas disambar anggota lainnya. "Gilaaaaa… news feed saya isinya banyak bingiiiittsss dari grup ini!" komentar pemilik akun Fifi Shufs.

"Baru kali ini notif saya tang ting terus tiap detik. Hahahaha gokil!" balas Rani Ummu Asiyah, anggota lainnya.

Tak ubahnya Rani, komentar Irma Aprilya pun senada. "Sama, notif-nya engga berhenti-berhenti, Banyak benar. Tapi seru, mengenang masa lalu." 

"Bunyi melulu notif FB. Bingung, ini di wall gw atau wall grup gw," kata Joyo Ami Budi.

Memang, saking banyaknya, unik atau lucunya postingan para anggota di grup ini, banyak perhatian anggota lainnya tersita hanya pada isi timeline di FB masing-masing hingga "mengganggu" aktivitas mereka di dunia nyata.

Ungkapan Renny Widiyanti, misalnya. "Asli. Aku nyisirin anak sambil mantengin lapak terus. Anakku sampai enggak sabar," ujar Renny.

Bahkan, komentar Siti Julaiha Grubner lebih lucu lagi. "Hahaha, bener banget. Gue dipelototin boss gue gara-gara tang ting tung Ipad gue ngasih notif. Ampun!" ujarnya.

Fenomenal

Untuk ukuran wadah komunitas di Facebook, kehadiran Hits From The 80s & 90s bisa dibilang mendapat sambutan luar biasa dari pengguna Facebook di Indonesia.

Ibarat oase di gurun pasir yang panas, keberadaannya benar-benar diakui anggotanya sebagai pengobat kekangenan tren masa lalu era 1980 dan 1990-an, mulai dari jenis jajanan, public figure, film, komik, gaya bercanda, dan sebagainya.

Postingan dari Chandra Perdana, misalnya. "Ada yang masih inget nama aslinya (dan lengkap) Jaka Sembung? Hayooo siapa?"

Satu postingan menarik lain dilontarkan Kristal Anindiyajati. Dia menayangkan gambar buku Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL) yang pernah ngetren sebagai buku pegangan belajar bagi murid-murid sekolah dasar kala itu.

"Masa dimana belum mengenal Google. Yang engga punya buku ini berasa cupu (culun punya), dan kalau punya buku ini rasanya banggaaaaaa banget," ujar Kristal.



Facebook Masih ingat dengan buku wajib ini?

Untuk menghilangkan kebosanan dan terlihat lebih tematik, Nicko Krisna (36), administrator fan page ini, kerap melontarkan ide-ide segar untuk diteruskan oleh para anggota grup ini.

"Hi guys. Tema hari ini ?#‎80sInfo & ?#‎90sInfo. Jadi, kita posting berita, kejadian, gosip, mitos dan cerita menarik lainnya yang terjadi di tahun 80 & 90-an. Misalkan: Kenny G pernah ada affair sama Michael Bolton. Ini dilakukan dalam rangka sehari posting tanpa googling. Jadi, bikin ketahuan kan, siapa yang benar-benar hidup di era ?80 maupun ?‎90-an. Hahahaha. Have fun! Mau tetep posting yang lain pun tidak masalah, enggak wajib," ujar Nicko.

Nyatanya, gairah para anggota pun makin menggila dengan ide sang pendiri grup ini. Postingan makin deras dan menjadi-jadi. Bahkan, saking derasnya, ada postingan yang tidak dikomentari sama sekali.

Komentar pemilik akun Bocah Tua Nakal ini, misalnya. Satu jam lalu dia menuliskan apa yang ia alami dengan hal tersebut.

"Gw posting 13 menit yang lalu, enggak ada yang komentar,. Eh, ada yang baru 1menit bikin postingan tentang hal yang sama persis sama postingan gw, eh yang komennya banyak amat. Terus, tadi ada yang posting jorok langsung bejibun komen-komennya. Hadeeeehhh... nasiiib bergabung di grup yang fenomenal ini," tulisnya.

Fenomenal, kalau tak mau berlebihan disebut demikian untuk grup ini. Lantaran ini media komunitas yang independen, siapa pun bebas menayangkan segala hal yang diketahuinya, pernah dimilikinya atau pernah dilakukannya pada masa 80-an dan 90 dulu. Ini sebagai "bukti" bahwa si anggota memang pernah mengalami masa-masa itu dan ingin bernostalgia dengan semua hal tersebut.

Memang, sejak bergabung dengan grup ini, banyak anggota grup mengaku susah "move on" dari ruang dan waktu tahun 80-an dan 90-an. Setiap anggota saling lontarkan candaan, postingan, dan berbalas komentar. Bahkan, saking banyaknya, seorang anggota mengaku kagum dengan peta penyebaran anggota grup ini.

"Kalau saya perhatikan, luar biasa peta penyebaran member group ini. Mulai dari Purwokerto, Bau-bau, Madura, bahkan Amerika, Jepang, India, dan saya sendiri (asli dari Makassar), sementara di Amazon, Kolombia. Walaupun sementara di tengah hutan, tapi yah, lumayan terhiburlah membaca postingan-postingan, terutama komentar rekan-rekan seangkatan sekalian," ujar anggota tersebut.

Rabu, 03 September 2014

Ustadz Syamsi Ali, Dai Asal Indonesia Di Negeri Paman Sam (New York)

Videos
… Dia pernah tampil di mimbar “A Prayer for America” di Stadion Yankee, kota New York, 23 September 2004. Sekitar 50 ribu orang memadati stadion itu. Tua-muda, lelaki dan perempuan, kulit putih dan kulit hitam, dan pelbagai ras dan bangsa di Amerika “tumplek blek” di situ …”

Oleh: Akhmad Kusaeni

Indonesia harus bangga memiliki Syamsi Ali, imam asal Bulukumba yang menjadi jurubicara Muslim di Amerika Serikat. Ia adalah penyiar Islam di negara adidaya yang sekarang sedang berperang melawan terorisme, yang celakanya sering dikait-kaitkan dengan Islam.
Syiar Islam dan dakwah Ustadz Syamsi Ali (40), tidak terbatas kepada jemaah warga Indonesia saja, melainkan juga Muslim Amerika. Khususnya di New York dan Washington DC.
Selain sebagai imam pada Islamic Center, masjid terbesar di New York, Syamsi Ali juga dipercaya menjadi Direktur Jamaica Muslim Center, sebuah yayasan dan masjid di kawasan timur New York yang dikelola komunitas Muslim asal Asia Selatan, seperti Bangladesh, Pakistan dan India.
Syamsi berasal dari sebuah desa kecil di Sulawesi Selatan. Kepintarannya berdakwah sudah tampak sejak menjadi santri di pondok pesantren Bulukumba. Ia pergi ke Arab Saudi untuk memperdalam ilmu agama dan ke Pakistan untuk belajar ilmu dunia, sebelum menjadi lokal staf di Perwakilan Tetap RI di New York. Ia mengharumkan citra Islam Indonesia yang moderat dengan pandangan dan aktivitasnya di berbagai forum internasional.
Misalnya saja ia pernah tampil berdakwah di mimbar “A Prayer for America” di Stadion Yankee, kota New York, 23 September 2004. Sekitar 50 ribu orang memadati stadion itu. Tua-muda, lelaki dan perempuan, kulit putih dan kulit hitam, dan pelbagai ras dan bangsa di Amerika “tumplek blek” di situ.
Di panggung, hadir ratu acara bincang-bincang televisi Oprah Winfrey, mantan Presiden Bill Clinton, senator Hillary Clinton, Gubernur Negara Bagian New York George Pataki, Wali Kota New York Rudolph Giuliani, artis Bette Midler dan penyanyi country Lee Greenwood. Di New York, statistik menunjukkan terdapat lebih 800.000 kaum Muslimin.
Di podium, Syamsi membacakan dan mengupas surat Al-Hujurat ayat 13 yang intinya bercerita tentang asal-usul manusia yang dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Tidak ada bangsa yang paling tinggi derajatnya, karena yang termulia adalah yang paling bertakwa.
Dengan mengurai makna ayat itu, Syamsi ingin menceritakan kepada publik Amerika bahwa Islam adalah agama yang mengakui persaudaraan umat manusia.
“Islam tak membenci umat lain. Justru Islam datang untuk mengangkat derajat semua manusia,” kata Syamsi Ali, berusaha mengurangi kebencian sebagian warga Amerika terhadap Islam pasca serangan teroris 11 September 2001.
Sejak peristiwa itu, semakin banyak orang di Amerika Serikat yang ingin tahu lebih mendalam mengenai Islam. “Inilah tugas kami untuk memberi penjelasan sebenarnya tentang Islam yang rahmatan lil alamin,” katanya.
Amerika negara Islami?
Ustadz Ali juga punya kebiasaan menulis kegiatan dakwahnya di “mailinng list”.
Tanggal 22 Oktober lalu, misalnya, ia berkisah tentang pengalamannya menjadi pembicara bersama Rabbi Marc Shneier dari East New York Synagogue dalam acara “Dialog Muslim-Yahudi: Tantangan dan Peluang Hubungan di Masa Depan”. Acara yang dihadiri lebih dari 400-an mahasiswa dan professor Universitas New York (NYU) itu, menurut Syamsi Ali, berjalan hangat dan seru.
Moderator diskusi, Joel Cohen, mantan jaksa dan penulis buku “Moses and Jesus in Dialogue” bertanya mengenai bagaimana Syamsi Ali menyikapi jika suatu ketika ada Muslim, yang dalam bahasa Cohen “a Mullah”, ingin mendirikan negara Islam di Amerika.
Jawaban Syamsi Ali mengejutkan peserta. Banyak di antara mereka geleng-geleng kepala. Syamsi menegaskan bahwa “syariat phobia” yang masih menggeluti kebanyakan warga Amerika seharusnya dikurangi.
“Amerika, dalam banyak hal lebih pantas untuk dikatakan negara Islam ketimbang banyak negara yang diakui sebagai negara Islam saat ini,” ujar Syamsi Ali.
Amerika, katanya, telah lebih banyak menegakkan syariat Islam ketimbang negara-negara yang mengaku mengusung syariat. Untuk itu, seorang Muslim yang paham tentang konsep masyarakat dalam Islam, tidak akan pernah mempermasalahkan itu lagi. Sebaliknya, non-Muslim juga seharusnya tidak perlu “over worried” mengenai hal tersebut.
Dalam pandangan Syamsi Ali, syariat adalah landasan hidup seorang Muslim. Berislam tanpa bersyariat adalah sesuatu yang mustahil. Hukum-hukum yang mengatur kehidupan seorang Muslim, mulai dari masalah-masalah keimanan, ritual, hingga kepada masalah-masalah mu`amalat (hubungan antar makhluk) masuk dalam kategori syariah. Untuk itu, memutuskan hubungan antara kehidupan seorang Muslim dengan syariat sama dengan memisahkan antara daging dan darahnya.
Amerika yang didirikan di atas asas kebebasan, kesetaraan dan keadilan untuk semua, sesungguhnya didirikan di atas asas nilai-nilai dasar Islam. Islam juga didasarkan kepada nilai-nilai kebebasan (al-hurriyah), keadilan (al `adaalah) dan persamaan (al musawah).
Atas dasar itu, Syamsi Ali dengan keyakinan penuh menegaskan bahwa kehadiran Islam di Amerika adalah ibarat benih subur yang terjatuh di atas lahan yang subur. Dia akan tumbuh dengan baik dan subur karena memang lahan yang ditempatinya sesuai dengan kebutuhan benih tanaman ini.
Kelak, lanjut Syamsi, tanaman ini pasti akan dirasakan karena memang manusia yang mendiaminya telah lama marasakan kehausan untuk itu.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Perang (Media), Perang Dunia Ketiga!


Image
Ini bukan soal wacana perang akhir zaman yang telah diramalkan oleh Nabi. Tetapi mungkin bisa jadi inilah bagian kecil darinya, atau semacam appetizers…
Ini adalah soal tentang pertempuran ide(ologi) diseputar kita. 24 jam, tanpa henti, televisi, koran, majalah, tabloid, bahkan di gadget smartphone yang kita miliki.

Kata Said Qutb, “Satu buah peluru hanya bisa menembus satu kepala, satu buah pena bisa menembus ribuan…”

Begitulah kawan, kini senjata yang jauh lebih mematikan daya destruktifnya adalah “pena”. Tulisan memang tidak menyebabkan seseorang mati fisik, namun hati dan otak mereka bisa mati membatu. Lebih parah. Bahkan kematian nurani itu bisa menular massif bagai wabah-bergenerasi, semua tergantung bagaimana medium yang digunakan dan juga kemasannya.

Dan sejalan dengan tutur nabi terkait akhir zaman, dimana akan datang suatu masa orang-orang membenarnya orang yang dusta dan mendustakan orang-orang yang benar dan mempercayai orang-orang yang khianat dan mengkhianati orang-orang yang dipercaya... (H.R. Ibnu Majah/4036).
Dan media cetak-digital-audio visual kini menjadi sarana dan senjata utamanya, membenarkan ramalan nabi tersebut. Atas kerja-kerja tukang sihir baru di zaman mutakhir ini kita perlu sikap yang tepat.

Dunia kini sedang dan telah mengalami shifting of power, semua bisa memiliki potensi distruktif, sekaligus konstruktif. Tinggal mana yang paling dominan di tiap masing-masing diri. Semua orang bisa menjadi jurnalis dan penyebar berita. Opini, pendapat, fakta, dusta dan realita berbaur menjadi satu, bagai kepulan asap di udara berbaur, bersama partikel lain. Yang baik tampai buruk dan sebaliknya yang buruk bisa tampak bagus.

Framing; bingkai, alur, plot dan narasi serta deskripsi bisa dengan mudah dibuat seperti mengumpulkan kepingan mozaik bagai sebuah puzzle, kemudian direkonstruksi, disusun dan disajikan kepada pembaca dan penikmat berita. Antara fakta dan fiksi dibaur dalam diksi penuh retorika, sarat jebakan dan distorsi sesuai dengan pesanan, sesuai dengan arahan. Kemudian berita pesanan tersebut disebar  dengan metode forward, direct selling, word to mouth, viral dan spinning, berputar-putar menjadi diantara ribuan bit data meluap-luap siap menjejali otak-otak kita melalui piranti, gadget dan media audio-visual disekitar.  Antara berita dan propaganda menjadi absurd, tidak jelas dan baur-bercampur aduk.

Agaknya Joshep Goebbels, Menteri Propaganda Nazi di zaman Hitler dahulu, lebih vulgar lagi dalam merumus bagaimana cara membentuk citra. Ia mengatakan: “Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya” (wikipedia).
Ilmu jurnalis kini menjadi begitu penting perlu kita ajarkan kepada anak-anak kita. Bukan sekedar tentang 9 elemen jurnalisme Bill Kovack tetapi jauh dari pada itu. Kita harus bisa menyiapkan filter yang baik.

Ahli komunikasi Murray Edelman (1977) sudah sejak jauh hari menyampaikan postulat bahwa media melakukan framing karena ia punya konstruksi, ideologi, dan politiknya sendiri.  Tidak ada media yang benar-benar independen. Berharap media berenang di ruang hampa adalah hampir mustahil. Sama seperti berharap objektifitas ala ruang hampa dimana menuntut mereka hanya memberitakan yang baik-baik saja , tentu sangat absurd dan nyaris utopis belaka. Ingat dogma: “The bad news is the good news.”