Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2016

Kisah Cinta Dibalik Lahirnya Salahuddin Alayyubi, Sang Pembebas Baitul Maqdis


Najmuddin Ayyub, penguasa Tikrit saat itu belum menikah dalam waktu yang lama. Saudaranya yang bernama Asaduddin Syerkuh bertanya:

“Saudaraku, mengapa kamu belum menikah?”

Najmuddin menjawab, “Aku belum mendapatkan yang cocok.”

“Maukah aku lamarkan seseorang untukmu?”

“Siapa?”

“Puteri Malik Syah, anak Sultan Muhammad bin Malik Syah, Raja bani Saljuk atau putri Nidzamul Malik, dulu menteri dari para menteri agung zaman Abbasiyah.”

Najmuddin berkata, “Mereka tidak cocok untukku.”

Heranlah Asaduddin Syerkuh. Ia berkata, “Lantas, siapa yang cocok bagimu?”

Najmuddin menjawab, “Aku menginginkan istri yang salihah yang bisa menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia tarbiyah dengan baik hingga jadi pemuda dan ksatria serta mampu mengembalikan Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin.”

Waktu itu, Baitul Maqdis dijajah oleh pasukan salib dan Najmuddin masa itu tinggal di Tikrit, Irak, yang berjarak jauh dari lokasi tersebut. Namun, hati dan pikirannya senantiasa terpaut dengan Baitul Maqdis.

Impiannya adalah menikahi istri yang salihah dan melahirkan ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ke pangkuan kaum muslimin.

Asaduddin tidak terlalu heran dengan ungkapan saudaranya, ia berkata, “Di mana kamu bisa mendapatkan yang seperti ini?”

Najmuddin menjawab, “Barang siapa ikhlas niat karena Allah, akan Allah karuniakan pertolongan.”

Maka, pada suatu hari, Najmuddin duduk bersama seorang Syaikh di masjid Tikrit dan berbincang-bincang. Datanglah seorang gadis memanggil Syaikh dari balik tirai dan Syaikh tersebut minta izin Najmuddin untuk bicara dengan si gadis.

Najmuddin mendengar Syaikh berkata pada si gadis, “Kenapa kau tolak utusan yang datang ke rumahmu untuk meminangmu?”

Gadis itu menjawab, “Wahai, Syaikh. Ia adalah sebaik-baik pemuda yang punya ketampanan dan kedudukan, tetapi ia tidak cocok untukku.”

Syaikh berkata, “Siapa yang kau inginkan?”

Gadis itu menjawab, “Aku ingin seorang pemuda yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan darinya anak yang menjadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dia cocok untukku!”

Najmuddin bagai disambar petir saat mendengar kata-kata wanita dari balik tirai itu.

Allahu Akbar! Itu kata-kata yang sama yang diucapkan Najmuddin kepada saudaranya. Sama persis dengan kata-kata yang diucapkan gadis itu kepada Syaikh.

Bagaimana mungkin ini terjadi kalau tak ada campur tangan Allah yang Maha Kuasa? Najmuddin menolak putri Sultan dan Menteri yang punya kecantikan dan kedudukan. Begitu juga gadis itu menolak pemuda yang punya kedudukan dan ketampanan.

Apa maksud ini semua? Keduanya menginginkan tangan yang bisa menggandeng ke surga dan melahirkan darinya ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.

Seketika itu Najmuddin berdiri dan memanggil sang Syaikh, “Aku ingin menikah dengan gadis ini.”

Syaikh mulanya kebingungan. Namun, akhirnya beliau menjawab dengan heran, “Mengapa? Dia gadis kampung yang miskin.”

Najmuddin berkata, “Ini yang aku inginkan. Aku ingin istri salihah yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia didik jadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.”

Maka, menikahlah Najmuddin Ayyub dengan gadis itu.

Tak lama kemudian, lahirlah putra Najmuddin yang menjadi ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis ke haribaan kaum muslimin. Anak itu lahir di benteng Tikrit, Irak tahun 532 H/1137 M. Namanya adalah Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi atau lebih dikenal dengan nama SHALAHUDDIN AL AYYUBI (صلاح الدین ایوبی).

Dikutip dari Talkhis Kitabush Shiyam min Syarhil Mumti’ karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin

Kamis, 02 Juni 2016

Jodoh?

Jodoh? Percayalah jodoh sudah ada yang mengatur. Setiap manusia ditakdirkan berpasang-pasangan.

Kamis, 12 Mei 2016

Lagi Galau? Inilah Nomer-nomer Darurat Yang Bisa Anda Hubungi !



Dalam gambar yang menyebar luas di internet ini, tertulis nomor-nomor darurat yang perlu segeri dihubungi ketika Anda sedih, berdosa, mencari teman, mencari kedamanain, sedang dalam keadaan tertekan, mencari cinta dan ketenangan dan seterusnya.

Ya, maksud dari nomor itu adalah ayat Al Quran yang terkait dengan persoalan yang Anda hadapi. Sebagai contoh, ketika Anda sedang bersedih, bisa buka Al Quran 2:25 yang berbunyi:

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya: “ Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik,
bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan:”Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (QS. 2:25)

Begitupun ketika Anda sedang mencari kedamaian, bisa simak Al Quran 5:16 yang isinya.

يَهْدِي بِهِ اللّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنِ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Artinya: Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus (Q.S-5:16)

Demikian juga jika Anda merasa bosan kesusahan/kesulitan, bacalah Al Quran 94:5 yang berbunyi

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS.94:5)

Jumat, 04 Maret 2016

Rasul Menangis Saat Mendengarkan Jibril Menceritakan Pintu Neraka


Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw:
“Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya”.
Lalu Rasullulah Saw bersabda:
“Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam”.
Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya. Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya. Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke 7. Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api. Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yg lain”.
Dikatakan dalam Hadith Qudsi: “Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu: mempunyai 7 tingkat.
Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah.
Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung.
Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah.
Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik.
Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak.
Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum.
Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular.
Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat”.
“Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam” (HR. Bukhari-Muslim). “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”. (QS. Al-Furqan: 11).
“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah”. (QS. Al-Mulk: 7).
Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas) (Lihat QS. Al-Waqi’ah: 41-44).
Rasulullah Saw meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut. “Pintu pertama dinamakan Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir. Pintu ke 2 dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin; Pintu ke 3 dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api; Pintu ke 4 dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya; Pintu ke 5 dinamakan Huthomah (artinya: menghancurkan hingga berkeping-keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi; Pintu ke 6 dinamakan Sa’ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir.
Rasulullah bertanya: “Bagaimana dengan pintu ke 7?” Sejenak malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh. Akan tetapi Rasulullah Saw mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat Jibril mengatakan, “Pintu ke 7 diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat”.
Mendengar penjelasan yang mengagetkan itu, Rasulullah Saw pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rasulullah Saw di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar beliau bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jawabnya: “Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari umatmu.”Nabi Muhammad lalu menangis, Jibrail pun ikut menangis. Kemudian nabi saw langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang. Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: “Mengapa beliau begitu berduka?” Namun beliau tidak menjawab.
Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat beliau karena tangisan yang tiada henti. Wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?”
Nabi saw menjawab: “Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis? Karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka itu mempunyai 7 pintu, dan pintu- pintunya mempunyai 70.000 celah api. Pada setiap celah ada 70.000 peti mati dari api, dan setiap peti berisi 70.000 jenis azab”.
Setelah mendengar ucapan tersebut, para sahabat Nabi menangis dan meratap, “Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit”.
Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, “Seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini”.
Ammar bin Yasir berkata, “Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab”.
Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita itu. Salman menjawab: “Celakalah engkau dan aku, Sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di neraka).
Sungguh dialog yang sangat mengerikan. Para sahabat meratap dan menangis, bahkan Nabi dan malaikat Jibril pun menangis saat mengetahui tentang dasyatnya siksa di neraka. Bagaimana dengan kita..?

Sumber : http://mediasi.me/rasul-menangis/

Selasa, 26 Januari 2016

Suatu Hari Nanti Kita Akan Bersma, Insya Allah !


Dua Laut yang Tidak Pernah Bercampur

Subhanallah, Maha Besar Allah Yang Maha Agung. Ternyata air laut yang tidak bercampur itu benar-benar ada. Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol. Al-Quran sudah menyebutkan fenomena ini 15 abad yang lalu, dan ilmu pengetahuan modern mengungkapkannya pada abad 20. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Maha benar Allah Yang Maha Agung.

Rabu, 18 November 2015

Doa Ketika Masuk Waktu Pagi

Doa Pagi, Semoga Bermanfaat.
Memohon ilmu, rezeki yang halal, diterima amal. Hadits Selengkapnya dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, bahwa setiap selesai salam shalat subuh, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca “Allahumma innii as-aluka ilman nafian wa rizqon toyyiban wa amalan mutaqobbala”
‪#‎Aamiin‬#Semangatpagi


Selasa, 27 Oktober 2015

Bersyukurlah, Bersyukurlah, dan Bersyukurlah

Kurt Zouma bersujud syukur merayakan golnya ke gawang Arsenal.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat pulang kantor, saya memberhentikan mobil. Saya lihat dari kaca spion, seorang nenek berjalan kaki sambil berjualan. Umurnya (tampak dari wajah dan cara berjalannya) mungkin di atas 60 tahun.

Di pinggir jalan menuju rumah yang tiap sore ramai, saya kemudian bertanya. "Mau beli rengginang, Nek! Berapa harganya?" "Enam ribu satu bungkus," jawabnya singkat. "Adik mau beli berapa bungkus?" "Dua bungkus saja, Nek," jawabku. "Dua bungkus Rp 12 ribu," ujar si nenek.

Lalu, saya membuka dompet dan mengambil uang Rp 20 ribu. Nenek buru-buru mengeluarkan uang untuk memberi kembalian. Namun, saya bilang, "Kembalian itu untuk Nenek saja." "Terima kasih Den, hati-hati," katanya berpesan.

"Nek, putranya di mana? Kok, Nenek masih berjualan? Jalan kaki lagi!" tanyaku keheranan. "Anak-anak tidak mau tinggal sama Nenek. Tiap hari Nenek berjalan kaki, berjualan dari Kebayoran Lama sampai Ciledug untuk bisa makan."

"Berapa sehari Nenek dapat untung?" tanyaku penuh kasihan. "Tidak mesti Nak karena rezeki Tuhan yang atur. Kadang dapat untung Rp 20 ribu, kadang Rp 10 ribu. Semua itu Nenek syukuri, yang penting Nenek sehat dan tidak menjadi beban orang lain."

Sampai di sini, saya pun malu dan seperti tertampar hebat. Ternyata, selama ini saya kurang bersyukur. Pertemuan sore itu menyadarkan saya betapa hidup itu "wajib" hukumnya bersyukur.

Dapat musibah, bersyukurlah. Dapat ujian, bersyukurlah. Dapat masalah, bersyukurlah. Dapat kesulitan, bersyukurlah. Apalagi dapat kenikmatan, tentu mudah sekali orang untuk bersyukur. Musibah, ujian, masalah, dan kesulitan boleh jadi itu cara Tuhan melihat kualitas keimanan kita.

Boleh jadi, Tuhan kangen dan rindu pada hamba-Nya sehingga ingin memeluknya dengan lebih dulu diberi "ujian" kesulitan demi kesulitan. Bahkan, dalam Alquran pun dijelaskan, "Siapa yang pandai bersyukur, maka Aku akan tambah nikmatnya dan barang siapa kufur (tak mau bersyukur) atas nikmatku, maka sungguh azabku sangat pedih (QS Ibrahim [14]: 7).

Dari sini, bersyukur adalah perintah implisit dari Tuhan langsung kepada hamba-Nya. Karena dalam hidup ini, sejak kita lahir sampai meninggal, dipenuhi "utang" kita pada Tuhan Sang Pencipta. Coba kita hitung, berapa harga satu jari ketika jari itu putus. Berapa harga satu tangan ketika tangan itu patah. Berapa harga satu kaki ketika kaki itu tiada.

Berapa harga oksigen ketika kita sedang sekarat. Bahkan, berapa harga nyawa ini ketika sudah mati. Tentu, semua itu tidak ternilai harganya. Namun, kita dapatkan secara gratis dari Tuhan. Maka, pantas jika kita selalu diingatkan akan ayat-Nya, "Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan!" (QS ar-Rahman [55]: 55).

Jadi, bersyukur adalah kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Tanpa bersyukur, sejatinya kita tidak pantas untuk hidup. Karena, apa yang saat ini kita miliki adalah yang terbaik menurut Tuhan dan kita. Bukan sebaliknya!

Bersyukurlah, karena dengan sebenar-benarnya bersyukur, jaminannya akan ditingkatkan kenikmatan hidupnya. Cara sederhana bersyukur dengan memelihara apa yang sudah diberikan pada kita. Jika saat ini sehat, jaga kesehatan itu agar penyakit tak mendekat. Jika ada waktu luang, gunakan untuk menebar kebaikan dan kebenaran. Jika mendapat amanah, sampaikan kepada yang berhak menerimanya. Sudahkah kita bersyukur hari ini?

Kamis, 20 Agustus 2015

Pelajaran Berharga Buat Kita Semua...


Dalam perjalanan k rumahnya Tisha tmn nya Arya.. bawa rujak ceritanya mo gosip sm mama nya Tisha. Pas dipinggir jalan ada jual krupuk. .Yes..

Me : pak,krupuk berapa hrgnya?
Bpk : 3000 neng
Me : beli 3 pak
Bapak itu berdiri dan meraba2 letak tas pinggang nya..
Me : Astagfirullah. ..bapak itu buta(‪#‎dlm‬ hati)

Aku liat bapak itu cm bengong. .
Me : ini uangnya
Bpk : 3 ya. Jd 9000
Me : iya
Bpk : uangnya brp?
Me : X0. 000
Bpk ; bntr ya kembalian nya
Bpk itu sibuk bongkar uang di tas pinggang nya..nyaris d kluar smua. .d tangannya
Bpk : pilih neng kembalian nya
Me : Hah! !!!
Dlm hati, gw kan cuma pengen tau gmn cara Di balikin kembalian...ga serius ambil kembali nya...
Me : pak. Klo sy ksh uang ny 2000 trs sy ambil kembali nya 10rb. Bpk kn g tau. Trs bpk rugi donk
Bpk : Gusti Allah g akan salah alamat ksh rejeki neng. Klo skrg sy hrs rugi, sy yakin Gusti Allah pasti lg nyiapin rejeki lain bwt sy..
Me : Subhanaallah ‪#‎speachless‬
bpk : udh ambil kembali nya?
Me : ga usah pak.. hr ini. .Allah kirim rejeki bwt bpk..
Bpk : mksh neng
Me : sama2.. Bpk hati2 ya..
Kejadian d pinggir jln masuk perumahan Villa Mutiara Gading karang satria. .
Maaf ga bermaksud pamer. ..hanya mau berbagi bgmn seorang yg ikhlas dlm menjemput rejeki. ..
Semoga bermanfaat
‪#‎ceritakemarinsiang‬

sumber dari FB : Siti Sukma Herawati

Kamis, 13 Agustus 2015

Hanya 3 Menit Untuk Allah SWT

Rahasia Di Balik Kemenangan Umar Dalam Perkelahian Dengan Setan

ilustrasi @flickriverDi sebuah jalan di kota Madinah, ‘Umar bin Khaththab berpapasan dengan jin. Kepada sosok jin itu, ‘Umar menantangnya, “Maukah kamu bertarung denganku?” Tanpa basa-basi, jin pun menyanggupi. Keduanya terlibat dalam perkelahian yang menegangkan. Akhirnya, ‘Umar bin Khaththab pun memenangkan pertandingan itu.

Setelah memenangkan perkelahian, ‘Umar berkata, “Aku melihatmu sangat kurus. Lenganmu mirip lengan anjing. Apakah memang bentuk kalian seperti itu?”
Jawab lelaki dari bangsa jin, “Sungguh, aku termasuk jin yang kuat di tengah bangsaku.”
Sebab tak puas, jin ini pun mengajukan tantangan balik. Perkelahian kedua. Rupanya, ‘Umar terlalu kuat. Jin itu kembali terkapar. Kalah telak. Tanyanya kepada ‘Umar, “Apakah kamu membaca Ayat Kursi? Sebab, jika seseorang membaca ayat itu di rumahnya, pastilah setan itu akan keluar darinya sambil mengeluarkan kentut seperti kentut keledai.”

Dalam redaksi lain masih dalam riwayat ‘Abdullah bin Mas’ud, setelah memenangkan perkelahian, ‘Umar pun bertanya kepada jin itu, “Aku tidak akan melepaskanmu hingga kalian memberitahukan sesuatu yang bisa melindungi kami (bangsa manusia) dari kalian (bangsa jin).”

Dengan amat ketakutan, jin itu pun menjawab tegas dan pasti, “Ayat Kursi.”
Itulah di antara keutamaan ‘Umar bin Khaththab. Karenanya, bangsa jin akan mengambil jalan lain saat berpapasan dengan ‘Umar di sebuah jalan. Sedangkan keutamaan Ayat Kursi (Ayat 255 dalam surat al-Baqarah) sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia menjadi ayat paling agung di dalam al-Qur’an karena terkandung penjelasan yang amat lengkap terkait Allah Ta’ala.

Maka dawamkanlah bacaan Ayat Kursi di rumah-rumah kita. Ajarkan kepada istri, anak, dan seluruh anggota keluarga kita untuk senantiasa membacanya, di siang atau malam hari. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat, Yahya bin Mu’in selalu membaca Ayat Kursi di rumahnya setiap malam. Bahkan, pernah ia membacanya sebanyak lima puluh atau enam puluh kali dalam satu malam itu.
Kemudian, Muhammad bin Sahl pun bersaksi tentang Yahya bin Mu’in ini, “Dia adalah orang yang paling berani menghadapi jin dan manusia.”

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah Mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahaagung.” (al-Baqarah [2]: 255)

http://kisahikmah.com/rahasia-di-balik-kemenangan-umar-dalam-perkelahian-melawan-setan/

Jumat, 07 Agustus 2015

"Berapa Gajimu Sampai Rela Kau Tinggalkan Salatmu?"

Banyak orang mengejar dunia yang tiada ujungnya, tanpa sadar menjadi hamba-hamba uang di dunia.

Uang yang hanya kertas tak berdaya diperjuangkan habis-habisan, ada yang rela tinggalkan salat demi bekerja, rela tanggalkan jilbab demi jabatan yang bergengsi, bahkan rela menggadaikan agama demi uang yang tak seberapa.
Nauzubillah summa nauzubillah...

Hidup bergelimang harta namun jauh dari Allah, benar bahagiakah?
Bukankah lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah daripada kehilangan Allah karena sesuatu?

Tinggalkan pekerjaanmu jika membuatmu sulit salat, tinggalkan jabatanmu jika itu menghalangimu berjilbab, tinggalkan semua hal yang membuatmu jauh dari Allah, Allah akan ganti dengan yang jauh lebih baik. Itu pasti.

Pastikan penghasilanmu itu berkah, yaitu membawa kebaikan-kebaikan lain padamu sesudahnya. Jangan sampai kemewahanmu itu hanya sekadar istidraj, Allah tinggikan lalu jatuhkan sekeras-kerasnya. Nauzubillahiminzalik.

Uang banyak tidak serta merta membuatmu mulia dihadapan Allah, dan memiliki sedikit uang tidak menjadikanmu hina di mata Allah.

Laa haula wa laa quwwata illa billahil aliyyil aziim.
Wallahu a'lam bish showab.

Amalan Bagi Yang Pingin Rezeki Banyak

Jangan ditinggal…
100 shalawat. 100 istighfar. 100 subhaanallaahi wabihamdih. 100 laa-ilaa-ha-illallaah.

Kalo mau rizki banyak, tambahin Yaa Fattaah, Yaa Rozzaaq, 111x. Jumlah yang ini, bisa diubah, lebih banyak atau lebih sedikit. Saya malah setiap habis shalat. Jumlahnya disedikitin, 33x atau 11x. Tapi tiap habis shalat. Rizki alhamdulillaah, Yah, itung2 setiap habis shalat, manggil2 Yang Maha Membuka & Maha Memberi Rizki. Dipanggil terus, masa ga datang. Kalo lagi butuh banget2, hajar 111x, saban2 habis shalat. Liat efeknya. Mudah2an makin cinta sama Allah.
Amalan harian ini, ngamalinnya jangan ON OFF. Geber 100 hari gitu. Tar habis tuntas 100 hari ga putus, geber lagi 100hr ke-2, ke-3, dst. Pelan2 coba benahin shalat berjamaahnya. Di masjid. + qobliyah ba’diyahnya. +t ahiyyatul masjid, +syukur wudhu. Juga hajar 100 hari. Ambil kesempatan emas doa mustajab antara adzan dan iqomat. Ngiringin amalan harian. Pelajarin zikir/wirid yang diajarkan Nabi saban2 habis shalat fardhu. 33x ini 33x itu. Ini jangan ampe ditinggal.
Dijalanin juga. Tar hidup terasa enteng. Ringan. Ga kayak ngejar bayangan dalam nyari rizki. Adem idup.
Kalo 100 hari dirasa berat, coba 3 hari dulu. Jajal dengan kekuatan penuh. Jangan ada yang bolong & ketinggalan. Terus tingkatin 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, terus sampe dah ke-100 hari. Habis itu langsam, jangan ditinggal. Syukur2 sekalian aja dah, tahajjudnya, minimal 2 rokaat aja mah. Waktu emas nih. +dhuha. Walo juga minimalis 2 rokaat. Al Qur’annya dibaca 1 halaman+artinya, +dihafal 1aayat+artinya.
Sempurnain dengan sedekah, nuntut ilmu pake bismillaah, kerja pake bismillaah, usaha pake bismillaah, tutup pake alhamdulillaah. Apabila mata bisa sekalian dijaga, telinga, lisan, hati, pikiran, selama ngetrack di jalur 3, 7, 14, 21, 40, 100 hari, tambah cakep dah.
Mas Wahyu, salah seorang jamaah, ngabarin, ngetrack ginian doang, utangnya 3M lunas, dengan cara2 amazing, dalam waktu yang amazing. Dengan cara ini pula, ngembaliin hidup pada tracknya, sepasang suami istri yang udah 14 tahun menikah, belom punya anak, jadi punya anak.
Dosisnya bisa dikurangin, jadi 10, bukan 100. Asal rutin, istiqomah, dengan pikiran dan hati yang benar2 nyambung ke Allah. Jangan sambil BBM-an, twitteran, ngemil, kalo pas zikir. Masa bicara sama presiden, menteri, bisa fokus, lalu sama Allah sambil lalu?
Semua ini ga berat. Kitanya aja yang kelamaan hidup ga on the track. Nyimpang. Jadi untuk ngebiasain yang begini2, terasa berat. So, just mulai aja dulu. Tar kalo dah biasa, enteng. Kayak shalat malam, kalo sekali2, banyakan puyeng & ngantukan. Tapi kalo terus2an, akan biasa.
Sekarang kan kita biasa. Biasa tidak melakukan. Nah, ubah ini. Change it. Jadi biasa melakukan.
Jika menurut sodara tausiah ini ada manfaatnya, SilaHkan di-share untuk teman, sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang tidak sodara kenal sekalipun.
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu, hidayah dan perlindungan Allah Subhana wata’ala dimanapun kita berada... Aamiin ya Rabbal’alaamiin....

Why You Look So Sad?

 
Menanggung perih hati, bersebab kehilangan apa yang disukai dan disayangi, bagi sebagian besar orang sungguhlah tidak mudah. Merasakan sakit hati sebagai efek dari kesedihan karena kehilangan, menyadarkan kita betapa hati seorang anak manusia sungguh sangat rapuh. Maka, tak ada cara lain untuk menjaganya selain memohon bantuan-Nya. Karakteristik iman yang naik turun, tentulah mempengaruhi kondisi hati, itulah mengapa dekat dengan-Nya dan meminta selalu diberi kesabaran selalu menjadi solusi terbaik. Hanya kepada-Nya kita mengadu, dan meminta kesembuhan dari rasa sakit juga kesedihan karena kehilangan.
sabar, menyerahkan semuanya kepada Dzat yang kita sembah. Begitulah, semakin tinggi iman seseorang tentulah ujiannya semakin besar. Insya Allah ujian akan menjadi ladang pahala bagi hamba-hambaNya yang bersabar dan terus mendekatkan diri padaNya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 190-191).
Bisa jadi kehilangan adalah cara Allah menyayangi kita, skenario Allah untuk membuat kita semakin mengingatnya, jalan Allah untuk membuat kita lebih sabar. Dan, hanya kepada Allah Ta’ala sepatutnya kita mengadukan rasa sakit itu. Sebab hanya Dia yang akan menyembuhkan rasa sakit itu.
Kita bisa belajar dari kisah Nabi utusan Allah yang mulia penuh ujian kesabaran.
“… maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan (QS. Yusuf: 18)
Nabi Yaqub, ketika kehilangan putra kesayangannya : Yusuf
“(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS. Anbya: 83).
Nabi Ayub mengadu pada Allah, ketika semua yang dimilikinya hilang : kekayaan, anak-anaknya, kesehatannya, teman-temannya dan mengalami ujian selama bertahun-tahun.
Semoga dengan bersabar, hanya bergantung kepada Allah bukan hanya akan mengurangi dan menyembuhkan rasa sakit, namun menjadikan kita lebih baik lagi.
Sebab, hidup hanya sementara maka tak ada gunanya berlarut dalam kesedihan. Kiranya, kita hanya akan bersedih pada sesuatu yang akan menyengsarakan kita di akhirat nanti.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Baqarah : 216).

https://www.islampos.com/why-you-look-so-sad-202302/

Sabtu, 18 Juli 2015

Bacaan doa Selamat dan Artinya

Bacaan doa Selamat bahasa arab dengan tulisan arab, bahasa arab dengan tulisan latin dan artinya :

bacaan doa selamat dan artinya
Allaahumma innaa nas'aluka salaamatan fiddiini wa `aafiyatan fil-jasadi wa ziyaadatan fil`ilmi wa barakatan fir-rizqi wa taubatan qablal-mauti wa rahmatan `indal-mauti wa maghfiratam ba'dal-maut. Allaahumma hawwin `alainaa fii sakaraatil-mauti wan-najaata minan-naari wal-`afwa `indal-hisaab. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba`da idz hadaitanaa wa hablanaa mil ladunka rahmatan innaka antalwahhaab. Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanataw wafil-aakhirati hasanataw wa qinaa `adzaaban-naar.

Artinya :


Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu akan keselamatan dalam agama, ke-sehatan dalam tubuh, bertambah dalam ilmu, keberkahan dalam rezeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan sesudah mati. Wahai Allah, ringankanlah kami ketika sakaratul maut, selamat dari neraka, dan mendapat kemaafan ketika perhitungan amal. Wahai Allah, janganlah Engkau selewengkan hati kami setelah Engkau menunjukkan kami, berilah kami-rahmat dari sisiMu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.


http://www.bacaansholatlengkap.com/2015/04/bacaan-doa-selamat.html

Selasa, 14 Juli 2015

Tuntunan Ringkas & Bacaan Niat Zakat Fitrah

Zakat fitr (Zakat Fitrah), adalah zakat yang berkaitan dengan bulan Ramadhan, ketika kaum muslimin telah mengakhiri masa-masa puasa mereka di bulan tersebut, hingga akhir bulan yang disusul dengan datangnya bulan Syawal.
Oleh karenanya ia disebut Fitr, yang artinya berbuka dan tidak lagi diwajibkan berpuasa.  Dari sini kita mengetahui bahwa zakat fitr adalah zakat yang disyariatkan sebagai pertanda berakhirnya bulan Ramadhan dan memasuki bulan Syawal.

Hukum Zakat Fitrah

Zakat fitr hukumnya wajib, berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radiyallahu ‘anhu, bahwa:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, mewajibkan zakat fitr satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari gandum, bagi setiap orang yang merdeka atau budak, laki-laki atau wanita dari kaum muslimin.” (Muttafaq Alaihi)
Ibnul Mundzir berkata: Para ulama sepakat bahwa sedekah fitr hukumnya wajib.

Hikmah Disyariatkannya Zakat Fitrah

Dalam syariat Islam, zakat fitr memiliki hikmah dan kemaslahatan yang besar yang bisa kita petik darinya. Diantaranya:
Pertama : Membersihkan pahala orang yang berpuasa dari berbagai perbuatan sia- sia dan kesalahan, sehingga seorang yang berpuasa dapat meraih kesempurnaan pahala puasanya.
Kedua : Memberi makan kepada orang miskin, sehingga mereka juga merasakan kegembiraan di hari raya sebagaimana yang dirasakan oleh orang kaya. Kedua hikmah ini diambil dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,:
“Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, mewajibkan zakat Fitr untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan sia- sia dan kesalahan, dan memberi makan kepada orang- orang miskin.”
(HR.Abu Dawud, Ibnu Majah, Daruquthni, dan yang lainnya dari Abdullah bin Abbas Radiyallohu ‘anhu, dengan sanad yang hasan)

Siapa Yang Diwajibkan Menunaikan Zakat Fitrah?

Zakat fitr diwajibkan kepada siapa saja dari kaum muslimin yang hidup di dunia pada saat terbenamnya matahari pertanda masuknya satu Syawal di malam Idul Fitri. Dimana seorang muslim mengeluarkan zakat atas dirinya dan siapa saja yang wajib dinafkahinya seperti anak, isteri  atau budaknya. Jika seseorang memiliki harta sendiri, maka dia mengeluarkan zakat dari hartanya, jika tidak ada maka yang membayarkan zakatnya adalah yang menafkahinya.

Orang yang wajib membayar zakat fitr adalah seseorang yang memiliki kelebihan harta dalam tempo waktu sehari semalam di hari itu. Jika seseorang telah memiliki kecukupan untuk memenuhi kebutuhan nafkah dirinya dan keluarganya di hari dan malamnya, kemudian masih ada kelebihan yang cukup untuk membayar zakat fitr, maka ia wajib untuk membayar zakat fitr untuk dirinya dan keluarganya, meskipun dia tidak termasuk orang yang kaya. Namun jika tidak memiliki kelebihan dari nafkah wajibnya, maka tidak ada kewajiban baginya membayar zakat fitr.

Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, memerintahkan untuk membayar sedekah fitr untuk anak kecil, orang dewasa, merdeka dan budak, dari orang- orang yang wajib kalian nafkahi.”
(HR.Baihaqi dan Ad-Daruquthi, dihasankan Al-Albani dalam Al-Irwa:835)

Apabila ada seorang anak yang lahir di hari terakhir bulan Ramadhan sebelum terbenamnya matahari yang menunjukkan masuknya satu Syawal, maka wajib dibayarkan zakat fitr untuknya.

Demikian pula yang masuk Islam di hari terakhir Ramadhan sebelum terbenamnya matahari, wajib baginya membayar zakat fitr. Namun jika bayi tersebut lahir atau seseorang masuk Islam setelah terbenamnya matahari di malam satu syawal, maka tidak ada kewajiban zakat fitr baginya.

Apakah Janin Wajib Dizakati?

Adapun janin yang masih berada di dalam perut ibunya, tidak ada kewajiban zakat fitr baginya, sebagaimana yang dikuatkan oleh mayoritas para Fuqaha. Namun jika ia ingin mengeluarkan zakat untuk janin, maka hal itu disukai, sebagaimana yang diamalkan oleh Utsman bin Affan Radiyallohu ‘anhu, bahwa beliau mengeluarkan zakat untuk anak kecil, orang dewasa dan janin dalam kandungan.
(Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad dalam Masaail-nya (9/170) dari Humaid bin Bakr dan Qatadah)

Abdurrazzaq meriwayatkan dalam Mushannaf-nya, dan Ibnu Abi Syaibah dalam mushannafnya dari Abu Qilabah berkata: “ mereka (para sahabat Nabi) menunaikan zakat Fitr hingga mereka membayar zakat untuk janin dalam kandungan.”


Senin, 06 Juli 2015

Kisah Marbot Masjid Atta’awun Cisarua Puncak Bogor

Cerita ini nyata yang mengisahkan dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.
Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yg cantik, yg memiliki view pegunungan dengan kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Mesjid tersebut adalah mesjid At-Ta’awun yang berada di puncak Bogor.
Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Parlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.
Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yg ia temukan.
Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.
Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”.
Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap
“Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dlm keadaan memakai dasi. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.
Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yg lebar terlihat jelas.
“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener-bener keren.”
“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…”.
Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.
Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, kemudian harus terlempar darik kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan.
Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang-orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.
Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bersih-bersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah sepertinya.
Setelah menyelesaikan shalatnya Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.
“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”
“Insinyur Haji Ahmad…?”
“Ya, insinyur Haji Ahmad…”
“Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…”.
Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…
Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau biayai sendiri pembangunan masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat hotel indah di sebelah sana? … Itu semua milik beliau… Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…”.
Zaenal tertegun, entah apa yang ada di hati dan di pikiran Zaenal saat itu
*****
Ada pelajaran dari kisah pertemuan Zaenal dan Ahmad. Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin begitu bertemu kawan lama yang sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita yang sebenarnya.
Dan jika kemudian kawan lama kita ini menyangka kita merbot masjid, maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yang membangun masjid ini.
Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Semoga ia selamat dari rusaknya nilai amal, sebab ia tetap tenang dan tidak risih dengan penilaian manusia. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dan kemudian Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya…
“Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi” Orang yang ikhlas itu adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya, seperti ia menyembunyikan keburukan-keburukan dirinya.[Ya’qub YahimaHullah, dalam kitab Tazkiyatun Nafs] Wiwin Wina Masihono Martodiwiryo, Is Muharram, Tyas Wahyuning

Minggu, 21 Juni 2015

Pesan Buat Seluruh Umat Manusia : THE MEANING OF LIFE (Subtitle Indonesian)


Islamedia –  Aktor Film ‘Fast and Furious’, Tyrese Darnell Gibson atau yang biasa disapa Tyrese Gibson, dikabarkan masuk Islam dan menjadi Muslim.
Seperti dilansir oleh The Deen Show, kala itu Tyrese Gibson (Aktor Fast and Furious ini) sangat terpukul sekali pasca kejadian mengerikan kecelakaan mobil terhadap sahabat dekatnya sesama pemeran Film Fast dan Furious yakni Paul Walker. 
Tyrese Gibson (kiri) Aktor Film 'Fast and Furious'
Mobil Porsche yang ditumpangi sahabatnya itu tiba-tiba saja menabrak pohon (lepas kendali), sehingga Mobil Porsche sport yang berwarna merah itu langsung terbakar.


Karena duka yang sangat mendalam akibat kecelakaan maut yang mengakibatkan sahabat dekatnya (Paul Walker) tersebut meninggal dunia, ia akhirnya menghibur diri sementara dengan meluangkan waktu (pergi) ke Dubai.


Dan Disana (Dubai) ia bersama kawan spritual-nya merasakan kedamaian tentang ajaran Islam yang hakiki. Tidak hanya itu saja ia juga mengupload sebuah fotonya bersama Will Smith (actor papan atas) dan Maxwell (musician) yang sama-sama sudah menjadi mualaf.

Tyrese-Gibson-Masuk-Islam

Tak hanya itu, ternyata hidayah itu juga berasal dari sebuah Film pendek besutan dari “Talk Islam” yang diunggah oleh The Daily Reminder dan video ini sudah mampu menyadarkan ribuan ummat manusia untuk mendapat hidayah menjadi Mualaf.

Berikut inilah Video yang mampu membuat Tyrese Gibson mengenal Islam dan menemukan hidup dalam kedamaian yang hakiki, yakni menjadi seorang Muslim.[deenshow/Islamedia/YL]


http://islamedia.id/lewat-video-ini-aktor-film-fast-and-furious-tyrese-gibson-mendapat-hidayah-menjadi-muslim/