Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2016

Founder Whatsapp

"Rezeki datang dari arah dan bentuk yang tidak terduga. Remaja miskin yg dulu dapat jatah makan itu kini jadi Triliuner"
Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.
Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.
Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.
Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.
Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.
Rezeki datang dari arah dan bentuk yang tidak terduga. Remaja miskin yg dulu dapat jatah makan itu kini jadi Triliuner
Moral of the story :
Kejar mimpi kita !!! Hambatan, tantangan dan penolakan pasti ada, tapi jangan putus asa dan putus harapan.. Maju terus berkarya dan berdoa



Senin, 22 Desember 2014

Ganbatte Kudasai

“Ganbatte Kudasai” Berasal dari Bahasa Jepang (がんばって ください) yang berarti "BERUSAHALAH/BERSEMANGATLAH!", “LAKUKAN SEBAIK MUNGKIN”, “JANGAN MENYERAH”, atau “BERIKAN USAHA YANG TERBAIK”, Biasa disingkat Ganbatte. Dengan Bahasa yang lain, Man Jadda wa Jadda, Caiyoo, Never Give Up, Come On, Go for It, Do Your Best/Try One's Best, dsb. Intinya Kata-Kata Sugesti yang diucapkan untuk Saling Memberi Semangat Kepada Orang-Orang yang Kita Cintai/Sayangi. Pertanyaannya, Apakah Efektif?...Bisa Merubah?...Itu mungkin kalimat tanya klise, Tetapi Pertanyaan tersebut jika kita telusuri jawabannya, maka ini bisa menjadi Shock Therapy bagi Pemuda Indonesia agar Bangsa ini Bangkit dari Keterpurukan.  

Apa yang Kita tahu dari Bangsa Jepang? Yak, Bangsa yang TerKenal Produktifitas, Kinerja, dan Efisiensinya. Belajar dari Sejarah, Bangsa Kita dan Jepang Mulai Start Membangun pada saat yang sama, yaitu Tragedi Bom Atom Hiroshima & Nagasaki yang menewaskan puluhan ribu korban jiwa yang menyebabkan Jepang kalah dalam Perang Asia Timur Raya dan mengalami keterpurukan. Begitu pula dengan Bangsa Kita yang MERDEKA, Tapi Sekarang lihat! Jepang telah Menjelma Menjadi Negara Maju, mengalami Pertumbuhan Ekonomi yang Pesat, Infrastruktur yang Baik, dan Teknologinya sudah Maju & Canggih! Kok Bisa Begitu! Kebetulan Saya Mempunyai Saudara Kandung yang sudah bertahun-tahun Tinggal di Jepang.   

Oh Ternyata! Usut punya usut, Orang Jepang mempunyai Mental yang Pantang Menyerah. Karena dulu pada setiap akhir pelajaran di Sekolah, Guru yang mengajar Biasa mengucapkan sebuah kata/Sugesti, “Ganbatte Kudasai/Ganbatte ne" Apa itu Artinya? Kata tersebut adalah seruan untuk Menanamkan Motivasi seseorang agar Semangat & Terus Berjuang dalam menjalani Hidupnya. Budaya Menyemangati antar sesama, dilakukan setiap Orang kepada Semua Orang. Misalnya: Orang Sakit, Banyak Kerjaan, ada Masalah, dsb. Lebih Tepatnya "Keep Fight/Keep Semangat". Kedudukan Guru/Sinsei sangat dihormati/dihargai oleh Negara dan Masyarakatnya, Mereka Menanamkan hal-hal Positif kepada Anak Didiknya sejak Dini. Guru Benar-Benar Mengajar, Mendidik dan Menjadi Teladan, bukan hanya Profesi untuk Mencari Nafkah! Efeknya? Yak, tentu kita bisa lihat, Bagaimana mental Bangsa Jepang yang Ulet, Rajin, Pekerja Keras dan Pantang Menyerah. SEMANGAT! ditanamkan di Sekolah-Sekolah, dan Saling Menyemangati Satu sama lain, Berbeda dengan Bangsa Kita Saling Menjatuhkan, "Senang Melihat Orang Lain Susah, Susah Melihat Orang Lain Senang". Masyarakat Jepang Percaya dengan Pemerintahnya, Pemerintahnya dengan Penuh Amanah, Budaya Saling Percaya, Bukan Saling Curiga dan Rasa Nasionalisme yang Tinggi. Bayangkan! Orang Jepang Pekerja Keras, dari Pagi sampai Malam, dan itu dilakukan dari Usia Muda sampai Usia Lanjut, Multiplier Efeknya sangat Dahsyat untuk Pembangunan Negaranya. Saat Jepang ditimpa Musibah Gempa & Tsunami, Kita Lihat di TV sangat Beda Mereka Menyingkapinya, Mereka dengan Bahu Membahu Saling Membantu, Menguatkan, Sesusah apapun Mereka MASIH BERSEMANGAT! Bisa Antri Bantuan dan Akhirnya Cepat Bangkit! Berbeda saat Kita juga ditimpa Musibah serupa di Aceh & Jogja, yang kebetulan Saya pas di Jogja. Kita Berebut Bantuan, Nggak Bisa Antri, Minta dikasihani, dibantu, dan berlarut-larut dengan Kesedihan/Kesusahan. 

SEMANGAT yaitu Benteng Terakhir yang Kita Punya, Saat Kita Sudah tidak Mempunyai Apa-apa dan Siapa-Siapa lagi. Tanpa SEMANGAT, Biarpun Banyak Mempunyai Sumber Daya, tapi Tidak akan Jadi Apa-Apa! Ayo Semangat! Ganbatte Kudasai!

Sumber : https://www.facebook.com/notes/ir-ferhat-auliya/ganbatte-kudasai/10151788646394081

Jumat, 12 September 2014

"Gokil!", Nostalgia 80-an dan 90-an di Facebook


Notifikasinya benar-benar mengalir deras; tiap detik. Alhasil, semua posting yang biasanya hanya berasal dari friendlist pribadi langsung bergeser atau kalau mau dibilang jujur adalah lenyap, tergantikan oleh postingan-postingan baru dari anggota grup ini.

Memang, untuk ukuran public group di Facebook, fan page Hits From The 80s & 90s patut dibilang dahsyat. Siapa pun yang baru bergabung, bakal terkaget-kaget lantaran timeline mereka langsung dihujani postingan anggota grup "jadul" tersebut.

Mulai kalimat candaan, foto-foto, klip video, dan sebagainya berbau khas era 80-an dan 90-an. Alhasil, saking penuhnya, susah membedakan sebuah postingan itu dari posting friendlist pribadi atau grup ini.

Ungkapan anggota bernama Dimas Wurianto ini, misalnya. "Kalo Anda bingung antara beranda FB Anda dengan Halaman Grup ini....kita senasib."

Status Dimas itu lantas disambar anggota lainnya. "Gilaaaaa… news feed saya isinya banyak bingiiiittsss dari grup ini!" komentar pemilik akun Fifi Shufs.

"Baru kali ini notif saya tang ting terus tiap detik. Hahahaha gokil!" balas Rani Ummu Asiyah, anggota lainnya.

Tak ubahnya Rani, komentar Irma Aprilya pun senada. "Sama, notif-nya engga berhenti-berhenti, Banyak benar. Tapi seru, mengenang masa lalu." 

"Bunyi melulu notif FB. Bingung, ini di wall gw atau wall grup gw," kata Joyo Ami Budi.

Memang, saking banyaknya, unik atau lucunya postingan para anggota di grup ini, banyak perhatian anggota lainnya tersita hanya pada isi timeline di FB masing-masing hingga "mengganggu" aktivitas mereka di dunia nyata.

Ungkapan Renny Widiyanti, misalnya. "Asli. Aku nyisirin anak sambil mantengin lapak terus. Anakku sampai enggak sabar," ujar Renny.

Bahkan, komentar Siti Julaiha Grubner lebih lucu lagi. "Hahaha, bener banget. Gue dipelototin boss gue gara-gara tang ting tung Ipad gue ngasih notif. Ampun!" ujarnya.

Fenomenal

Untuk ukuran wadah komunitas di Facebook, kehadiran Hits From The 80s & 90s bisa dibilang mendapat sambutan luar biasa dari pengguna Facebook di Indonesia.

Ibarat oase di gurun pasir yang panas, keberadaannya benar-benar diakui anggotanya sebagai pengobat kekangenan tren masa lalu era 1980 dan 1990-an, mulai dari jenis jajanan, public figure, film, komik, gaya bercanda, dan sebagainya.

Postingan dari Chandra Perdana, misalnya. "Ada yang masih inget nama aslinya (dan lengkap) Jaka Sembung? Hayooo siapa?"

Satu postingan menarik lain dilontarkan Kristal Anindiyajati. Dia menayangkan gambar buku Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL) yang pernah ngetren sebagai buku pegangan belajar bagi murid-murid sekolah dasar kala itu.

"Masa dimana belum mengenal Google. Yang engga punya buku ini berasa cupu (culun punya), dan kalau punya buku ini rasanya banggaaaaaa banget," ujar Kristal.



Facebook Masih ingat dengan buku wajib ini?

Untuk menghilangkan kebosanan dan terlihat lebih tematik, Nicko Krisna (36), administrator fan page ini, kerap melontarkan ide-ide segar untuk diteruskan oleh para anggota grup ini.

"Hi guys. Tema hari ini ?#‎80sInfo & ?#‎90sInfo. Jadi, kita posting berita, kejadian, gosip, mitos dan cerita menarik lainnya yang terjadi di tahun 80 & 90-an. Misalkan: Kenny G pernah ada affair sama Michael Bolton. Ini dilakukan dalam rangka sehari posting tanpa googling. Jadi, bikin ketahuan kan, siapa yang benar-benar hidup di era ?80 maupun ?‎90-an. Hahahaha. Have fun! Mau tetep posting yang lain pun tidak masalah, enggak wajib," ujar Nicko.

Nyatanya, gairah para anggota pun makin menggila dengan ide sang pendiri grup ini. Postingan makin deras dan menjadi-jadi. Bahkan, saking derasnya, ada postingan yang tidak dikomentari sama sekali.

Komentar pemilik akun Bocah Tua Nakal ini, misalnya. Satu jam lalu dia menuliskan apa yang ia alami dengan hal tersebut.

"Gw posting 13 menit yang lalu, enggak ada yang komentar,. Eh, ada yang baru 1menit bikin postingan tentang hal yang sama persis sama postingan gw, eh yang komennya banyak amat. Terus, tadi ada yang posting jorok langsung bejibun komen-komennya. Hadeeeehhh... nasiiib bergabung di grup yang fenomenal ini," tulisnya.

Fenomenal, kalau tak mau berlebihan disebut demikian untuk grup ini. Lantaran ini media komunitas yang independen, siapa pun bebas menayangkan segala hal yang diketahuinya, pernah dimilikinya atau pernah dilakukannya pada masa 80-an dan 90 dulu. Ini sebagai "bukti" bahwa si anggota memang pernah mengalami masa-masa itu dan ingin bernostalgia dengan semua hal tersebut.

Memang, sejak bergabung dengan grup ini, banyak anggota grup mengaku susah "move on" dari ruang dan waktu tahun 80-an dan 90-an. Setiap anggota saling lontarkan candaan, postingan, dan berbalas komentar. Bahkan, saking banyaknya, seorang anggota mengaku kagum dengan peta penyebaran anggota grup ini.

"Kalau saya perhatikan, luar biasa peta penyebaran member group ini. Mulai dari Purwokerto, Bau-bau, Madura, bahkan Amerika, Jepang, India, dan saya sendiri (asli dari Makassar), sementara di Amazon, Kolombia. Walaupun sementara di tengah hutan, tapi yah, lumayan terhiburlah membaca postingan-postingan, terutama komentar rekan-rekan seangkatan sekalian," ujar anggota tersebut.

Jumat, 04 Juli 2014

Islam Agama Paling Banyak Dianut di Dunia 2014

 
Jakarta - Jumlah penduduk dunia saat ini mencapai lebih dari 7 miliar jiwa. Dari total itu, populasi umat Islam saat ini menjadi yang terbesar dibanding populasi umat lain.

Dikutip dari religiouspopulation.com, Jumat (4/7/2014), Islam saat ini menjadi agama dengan populasi paling besar di dunia dibanding agama lain. Penambahan populasi muslim dunia dinilai paling cepat di planet ini dibanding populasi umat lain. Populasinya diperkirakan mencapai lebih dari 2,08 miliar jiwa, lebih besar dibanding populasi umat Kristen yang mencapai 2,01 miliar jiwa.

Jumlah itu lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang menyebutkan populasi muslim antara 1,6-1,7 miliar jiwa.

Sementara populasi umat Yahudi di dunia hanya 13,3 juta jiwa. Pertumbuhan populasi Yahudi di seluruh dunia hanya sekutar 0,3 %, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan populasi manusia yang mencapai 1,4%. Jumlah populasi Yahudi bahkan jauh lebih sedikit dibanding populasi umat Budha yang mencapai sekitar 300 juta jiwa.

Data tersebut menunjukan perkembangan populasi Islam yang terbanyak terjadi di benua Asia, lalu diikuti benua Afrika, Eropa dan Amerika. Menurut data itu juga, peningkatan angka populasi muslim disebabkan faktor kelahiran dan tingginya angka orang yang beralih masuk ke dalam Islam.

Data tersebut mengutip sejumlah sumber kredibel yang dirilis lembaga-lembaga terpercaya seperti Biro Referensi Penduduk, CIA Fact Sheet, Pew Forum, Encyclopedia of The Nation, Holt Rinehart dan Winston, BBC dan database lain yang relevan.

http://ramadan.detik.com/read/2014/07/04/105142/2627657/631/islam-agama-paling-banyak-dianut-di-dunia?991104topnews

Kamis, 06 Februari 2014

Musik, Sumber Depresi Remaja

islampos.com—MENDENGARKAN musik, utamanya karena aktivitas ini begitu mudahnya dilakukan lewat fasilitas telefon genggam, merupakan ciri khas masa remaja. Tetapi sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa remaja yang menghabiskan waktu terlalu banyak mendengarkan musik menghadapi risiko depresi yang lebih tinggi.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr Brian Primack, asisten profesor kedokteran dan pediatri di University of Pittsburgh School of Medicine, menemukan bahwa remaja yang mendengarkan musik lebih sering, berisiko tinggi memiliki penyakit depresi (PDK), dibandingkan dengan remaja yang mendengarkan musik lebih jarang. Remaja yang mendengarkan musik dengan rutin setiap hari memiliki resiko 80% lebih tinggi akan depresi, demikian penelitian tersebut.
Penelitian ini memperkirakan remaja setidaknya empat atau lima jam sehari mendengarkan musik.
“Pada titik ini, tidak jelas apakah orang depresi mulai mendengarkan musik lebih banyak untuk melarikan diri, atau apakah mendengarkan musik dalam jumlah besar dapat menyebabkan depresi, atau keduanya,” kata Primack dalam sebuah pernyataan.
Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa buku-buku memiliki efek yang berlawanan: membaca, risiko remaja depresi turun 50%. Di Amerika sendiri keseluruhan aktivitas membaca buku menurun. “Sedangkan bentuk lain penggunaan media meningkat,” kata Primack.
Untuk penelitian ini, para peneliti mensurvai 106 peserta yang berusia tujuh sampai 17 selama dua bulan; 46 peserta sebelumnya telah didiagnosis karena depresi.
Membaca Quran
Pararel dengan penelitian ini, yaitu bahwa membaca bisa menjadi solusi untuk depresi, ada sebuah cerita yang terkenal akan keutamaan membaca ini. Utamanya membaca Al-Quran.
Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah area perkebunan area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya.
Setiap pagi sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.
Suatu hari ia bertanya pada kakeknya: ”Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya. Dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?”
Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu, “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali.“ Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.
Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya. Kakeknya mengatakan : “Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras.”
Si kakek pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil dan mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi.
Dengan terengah-engah, ia berkata : “Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.
Sang kakek menjawab : “Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”
Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam.
”Cucuku, apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu.” [sa/time/islampos]
http://www.islampos.com/musik-sumber-depresi-remaja-6075/

Kamis, 23 Januari 2014

37 Kebiasaan Orang Tua Yang Menghasilkan Perilaku Buruk Pada Anak



Pertama kali dapat buku ini sekitar 2 tahun yang lalu, waktu itu teman merekomendasikan buku ini, akhirnya jadi tertarik dan ikutan beli, bukunya sendiri tipis, tapi tips tips yang di buku ini sangat bermanfaat buat saya pribadi, makanya jadi ingin turut membagi tips tips yang ada di buku ini.

Mengapa oh mengapa?
  • Apakah anda mulai merasa kesulitan mengendalikan perilaku anak anda?
  • Apakah anda dan pasangan sering nggak sepaham dalam mendidik anak anak?
  • Apakah anak anda sering merengek dan maksa untuk dituruti kemauannya?
  • Apakah anak anda sering berantem satu sama lain?
  • Apakah anda kesulitan karena anak anda selalu nonton tv atau maen ps?
Jika anda menjawab ya dari salah satu pertanyaan diatas, maka ada baiknya baca tips tips dibawah ini. Berikut ini adalah tips tips dari buku Ayah Edy ini.

1. Raja yang Tak Pernah Salah
Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa/Mama pukul kursi/mejanya…sudah cup….cup…diem ya..Akhirnya si anak pun terdiam.
Ketika proses pemukulan terhadap benda benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah.
Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.
Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan untuk tidak pernah merasa bersalah.
Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): ” Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.”
2. Berbohong Kecil
Awalnya anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya, Mengapa? KArena mereka percaya sepenuhnya pada orang tuanya. Namun, ketika anak beranjak besar, ia sudah tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau ucapan-ucapan kita lagi?
Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita mengatakan, “Papa/Mama hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentaaar saja ya, Sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam. Contah lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak kita, “Kalo maemnya susah, nanti Papa?Mama tidak ajak jalan-jalan loh.” Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak ada hubungannya sama sekali.
Dari beberapa contah di atas, jika kita berbohong ringan atau sering kita istilahkan “bohong kecil”, dampaknya ternyata besar. Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak. akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian:
“Sayang, Papa/Mama mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo Papa/Mama ke kebun binatang, kamu bisa ikut.”
Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita harus bersabar dan lakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami keadaan mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut. Sebaliknya bila pergi ke tempat selain kantor, anak pasti diajak orang tuanya. Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu. Anak akan mampu memahami dan menuruti apa yang kita katakan.
3. Banyak Mengancam
“Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!”
“Jangan ganggu adik,nanti MAma/Papa marah!”
Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya melarang atau perintah dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita beranjak dari tempat duduk atau tanpa kita menghentikan suatu aktivitas, pernyataan itu sudah termasuk ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan “….nanti Mama/Papa marah!”
Seorang anak adalah makhluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola orang tuanya; dia tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat membelokkan pola atau malah mengendalikan pola orang tuanya. Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman dengan kata-kata,namun setelah itu tidak ada tindak lanjut atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman-ancaman yang pernah kita ucapkan
Apa yang sebaiknya kita lakukan? .
Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Dekati si anak, hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya. tatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi kita tidak senang dengan tindakan yang mereka lakukan. Sikap itu juga dipertegas dengan kata-kata, “Sayang, Papa/Mama mohon supaya kamu boleh meminjamkan mainan ini pada adikmu. Papa/Mama akan makin sayang sama kamu.” Tidak perlu dengan ancaman atau teriaka-teriakan. Atau kita bisa juga menyatakan suatu pernyataan yang menjelaskan suatu konsekuensi, misal “Sayang, bila kamu tidak meminjamkan mainan in ke adikmu,Papa/Mama akan menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain. MAinan akan Papa/Mama keluarkan, bila kamu mau pinjamkan mainan itu ke adikmu. Tepati pernyataan kita dengan tindakan.

Kamis, 10 Oktober 2013

Antares Bintang Terbesar


Fachry sudah belajar tentang tata surya di pelajaran Sience. Fachy juga dapat tugas membuat clipping tentang tata surya yang bisa diambil dari majalah, koran atau internet. Untungnya ibu bantu Fachry cari bahan clipping dari internet. Ibu lalu mengeprint beritanya. Salah satu bahan clipping Fachry adalah tentang ukuran benda-benda yang ada di langit. Wooowww...ibu cerita seru sekali.

Di sekolah Fachry jadi tahu kalau selain Bumi, ada juga planet-planet lain yang berputar mengelilingi matahari. Seperti planet Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Plu .... uppss... Pluto bukan planet lagi sekarang, kata Bu Ni'mah. Fachry ingat itu. Nah gambar tata surya seperti gambar di atas itu, tuh.

Ibu menunjukkan Fachry ukuran Bumi dibandingkan dengan planet-planet lain yang berukuran lebih kecil dari Bumi. Wah Bumi memang besar ya. Milyaran orang tinggal di Bumi. Lihat deh gambarnya. Bumi paling besar jika dibanding dengan Venus, Mars, Mercurius, apalagi Pluto.


"Coba Fachry kita lihat lagi gambar perbandingan Bumi dengan planet yang lebih besar," kata Ibu. Upppss.... ada Saturnus, Uranus, Neptunus dan...haaa....Jupiter besar sekaliii ...Serem ya, bu, kata Fachry. Bumi bisa ketabrak loohh.


"Lihat Fachry, ini yang lain lagi," kata Ibu bikin Fachry penasaran. Gambar yang ditunjukkan oleh Ibu membuat Fachry tambah melongo. Sebab Ibu menunjukkan gambar matahari yang besar sekali. Bumi hampir tidak kelihatan kalau dibanding matahari. Untungnya letak Bumi jauh dari Matahari. Coba kalau seumpama letak Bumi ada di tempatnya Merkurius, pasti Bumi sudah meleleh dari jaman purbakala.

Fachry kira matahari itu benda langit yang paling besar sebelum Fachry lihat gambar selanjutnya. Ibu kasih tau Fachry kalau ternyata ada bintang yang besaar sekali sampai-sampai matahari cuma seperti gundu kecil di samping bola basket. Nama bintang besar itu


Arcturus. Huahhh... Fachry menghela nafas.
"Ini gambar terakhir yang ibu punya. Lihat Fachry, bintang A
rcturus yang begitu besarnya ternyata ada yang lebih besaar, namanya Antares," kata Ibu menerangkan Fachry.


"Bumi udah gak kelihatan ya, bu ?" tanya Fachry.

"Iya, nak. Bumi sudah seperti debu kecil sekali nggak kelihatan kalau dibanding dengan besarnya bintang Antares," kata Ibu.


Ibu melanjutkan," Nah Fachry, kita sebagai orang Islam, kalau melihat ciptaan Allah yang hebat ini, kita harus bilang apa ?"

Ah apa ya, Fachry kok lupa. Apa yaa ....

Ibu bantu Fachry ," Harus bilang, Sub ..... ..."

Hmm... bener gak yaa , Fachry ragu sih, tapi Fachry coba menebak cepat-cepat sebelum Ibu kasih tau jawabannya. Sambil sedikit teriak dan muka ragu Fachry bilang ,

" SUBTROPIS!"

.....bener gak yaa...
"Bukan subtropis, tapi Subhanallah,yang artinya Maha Suci Allah" kata Ibu mengkoreksi jawaban Fachry.

Oya, kata Ibu, ada juga bintang yang lebih besar dari Antares, tapi Ibu nggak punya gambarnya. Ah Fachry jadi senang bisa tahu kebesaran Allah lewat ciptaan-Nya.


http://asdwira.blogspot.com/2009/12/antares-bintang-terbesar.html

Rabu, 09 Oktober 2013

Ini Dia Gaji Bulanan Anggota DPR

1967 gaji anggota dpr 300x225 Ini Dia Gaji Bulanan Anggota DPR
islampos.com - TAHUKAH Anda berapakah gaji anggota DPR saat ini? Pantas saja, banyak orang yang ingin menjadi anggota DPR dengan mengeluarkan terlebih dahulu dana yang besar agar dapat lolos dalam pemilu legislatif. Setiap bulannya, seorang anggota DPR dapat mengantongi gaji sedikitnya sebesar Rp 51,5 juta. Ini adalah besaran take home pay anggota dewan setiap bulannya. Dilihat dari Surat Edaran Setjen DPR RI No KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 menunjukkan struktur gaji anggota DPR yang terdiri atas gaji pokok dan tunjangan serta penerimaan lainnya.
Besaran gaji pokok dan tunjangan tersebut berlaku rata untuk semua anggota Dewan. Hanya saja, mereka yang memiliki jabatan sebagai pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) dapat membawa pulang gaji Rp 2-3 juta lebih banyak. Berikut ini adalah rincian gaji pokok dan tunjangan anggota Dewan:

1. Gaji pokok Rp 4,2 juta
2. Tunjangan istri Rp 420 ribu
3. Tunjangan anak (2 anak) Rp 168 ribu
4. Uang sidang/paket Rp 2 juta
5. Tunjangan jabatan Rp 9,7 juta
6. Tunjangan beras (4 jiwa) Rp 198 ribu
7. Tunjangan PPH Pasal 21 Rp 1,729 juta
Adapun jumlah gaji pokok dan tunjangan anggota Dewan sebenarnya mencapai Rp 18,415 juta. Namun, setelah dipotong pajak dan iuran wajib DPR sebesar 10 persen, anggota hanya berhak atas Rp 16,207 juta.

Sementara itu, komponen penerimaan lain-lain anggota Dewan beragam sesuai dengan ada atau tidaknya jabatan seorang anggota pada alat kelengkapan Dewan. Untuk anggota biasa tanpa jabatan pimpinan alat kelengkapan Dewan rinciannya sebagai berikut:

1. Tunjangan kehormatan Rp 3,720 juta
2. Tunjangan komunikasi intensif Rp 14,140 juta
3. Tunjangan peningkatan fungsi dan pengawasan anggaran Rp 3,5 juta
4. Biaya penelitian dan pemantauan peningkatan fungsionalitas dan konstitusional Dewan Rp – (khusus ketua dan wakil ketua alat kelengkapan Dewan berhak atas Rp 500.000-Rp 600.000)
5. Dukungan biaya bagi anggota komisi yang merangkap menjadi anggota badan/panitia anggaran Rp 1 juta
6. Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 5,5 juta
7. Biaya penyerapan aspirasi masyarakat dalam rangka peningkatan kinerja komunikasi intensif Rp 8,5 juta.

Dengan rincian demikian, anggota Dewan biasa bisa membawa pulang gaji Rp 51.567.200 setiap bulan. Anggota merangkap wakil ketua alat kelengkapan Dewan mampu memboyong Rp 53.647.200, sementara yang merangkap ketua alat kelengkapan Dewan bisa membawa pulang Rp 54.907.200.
Anggota Komisi II DPR, Basuki T Purnama, menambahkan, setiap bulannya anggota juga dikenai potongan ataupun iuran wajib yang dikenakan oleh partai masing-masing yang sudah mengusung mereka ke Senayan. Besarannya bervariasi. “Kalau Golkar, dipotong Rp 3,3 juta tiap bulan,” katanya kepada wartawan. Yang paling besar adalah anggota DPR dari PKS. Menurut kabar, setiap anggota DPR dari PKS dipotong gajinya hingga mencapai Rp 20 juta per bulan. [sa/i-berita/berbagai sumber]
http://www.islampos.com/ini-dia-gaji-bulanan-anggota-dpr-5291/