Rabu, 17 Juli 2013

Biografi Jusuf Kalla

Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau lebih populer dengan sebutan JK, adalah mantan Wakil Presiden Indonesia yang menjabat pada 2004 – 2009 dan Ketua Umum Partai Golongan Karya pada periode yang sama. JK menjadi capres bersama Wiranto dalam Pilpres 2009 yang diusung Golkar dan Hanura. 

Sebelum menjabat sebagai calon wakil presiden mendampingi calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, JK pernah menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Abdurrahman Wahid, tetapi diberhentikan dengan tuduhan terlibat KKN. Kemudian JK kembali diangkat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri Jusuf Kalla kemudian mengundurkan diri sebagai menteri karena maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan kemenangan yang diraih oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI yang ke-6, secara otomatis Jusuf Kalla juga berhasil meraih jabatan sebagai Wakil Presiden RI yang ke-10. Bersama-sama dengan Susilo Bambang Yudhoyono, keduanya menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama kali dipilih secara langsung oleh rakyat.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai ketua umum Partai Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung sejak Desember 2004 hingga 9 Oktober 2009.

Pengalaman Organisasi
  1. Mahasiswa
    (1964-1966) Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNHAS
    (1965-1966) Ketua Umum HMI Cabang Makassar
    (1966-1968) Ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia Sulsel

  2. Profesi
    (1985-1997) Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel
    (1997-2002) Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia
    (1985-1995) Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Sulsel
    (1987-2000) Wakil Ketua ISEI Pusat
    (2000-sekarang) Penasehat ISEI
    (1990-sekarang) Ketua Umum Ikatan Alumni UNHAS Makassar

  3. Sosial/Pendidikan
    (1975-1995) Ketua Yayasan Universitas Muslim Indonesia, Makassar
    (1975-sekarang) Ketua Perguruan Islam Datumuseng Makassar
    (1980-sekarang) Anggota Dewan Penyantun UNHAS, IAIN, IKIP Makassar
    (1982-sekarang) Ketua Umum Yayasan Pendidikan Hadji Kalla
    (1990-sekarang) Ketua Umum Yayasan Pendidikan Al Gazali Makassar
    (2002-2006) Anggota Wali Amanat IPB Bogor
    (2004-sekarang) Dewan Penyantun Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan
    Ketua Umum Antar Agama Sulsel

Karier

  • Karier Politik Ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan (1965)
  • Karier Politik Anggota Dewan Penasihat DPD Golkar Sulsel (1978)
  • Karier Politik Anggota Dewan Penasihat DPP Golkar Sulsel (1999)
  • Karier Politik Ketua Umum DPP Partai Golkar (2004)
  • Karier Kerja Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI (1999)
  • Karier Kerja Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI (2001)
  • Karier Kerja Wakil Presiden Republik Indonesia (2004)
  • Karier Kerja Anggota DPRD Sulawesi Selatan (1965)
  • Karier Kerja Anggota MPR RI Utusan Golkar (1982)
  • Karier Kerja Anggota MPR RI Utusan Golkar (1987)
  • Karier Kerja Anggota MPR RI Utusan Daerah (1992)
  • Karier Kerja Anggota MPR RI Utusan Daerah (1997)
  • Dunia Usaha Direktur Utama CV. Hadji Kalla (1966)
  • Dunia Usaha Direktur Utama PT. Bumi Karsa (1969)
  • Dunia Usaha Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama (1988)
  • Dunia Usaha Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama (1988)
  • Dunia Usaha Direktur Utama PT. Kalla Inti Surya (1993)
  • Dunia Usaha Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International (1995)
Prestasi :

Tidak ada pemimpin negara di dunia yang mampu memberi kesejahteraan secara langsung pada rakyatnya, yang ada adalah bagaimana kebijakan seorang pemimpin mampu membuat rakyatnya sejahtera.
Saya adalah salah satu dari ratusan juta rakyat Indonesia yang optimis jika memilih pemimpin yang tepat akan melahirkan Indonesia yang lebih baik. Terus kenapa harus Jusuf Kalla? Jika dijelaskan mungkin akan banyak prestasi dan pengabdian yang beliau berikan pada Indonesia dan rakyat Indonesia.
Saya kasih contoh satu saja, misalkan, perpindahan minyak tanah ke gas. Lihat, meskipun awal-awal menimbulkan pro dan kontra, tapi setidaknya melalui perpindahan ini rakyat senang karena memasak jauh lebih efisien dan praktis. Belum lagi dari sudut keuangan negara, lebih dari 150 Triliun rupiah anggaran negara terselamatkan. Itulah pemimpin yang visioner dan memihak kesejahteraan rakyat.
Bayangkan kalau Jusuf Kalla tidak pernah menjadi Wakil Presiden, mungkin sampai saat ini kita masih pakai minyak tanah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar