Zinedine Zidane: "Cristiano Ronaldo pantas mendapatkan Ballon d'Or. Aku melihatnya di sesi latihan tiap hari. Ia tiba di lokasi latihan lebih awal dan tetap di lokasi latihan dua jam setelah sesi latihan berakhir."
Jumat, 07 Maret 2014
Untuk Menjadi Yang Terbaik
Zinedine Zidane: "Cristiano Ronaldo pantas mendapatkan Ballon d'Or. Aku melihatnya di sesi latihan tiap hari. Ia tiba di lokasi latihan lebih awal dan tetap di lokasi latihan dua jam setelah sesi latihan berakhir."
Kamis, 06 Maret 2014
Cara Mendownload Video di Youtube Dengan Cepat
Saya pingin sharing trik yang belum ketahui oleh Anda. Saat ini youtube salah satu media streaming yang sangat populer di gunakan banyak orang tetapi banyak dari kita belum mengetahui bagaimana cara download di youtube dengan cepat dan tanpa ribet.
Biasa saya dulu sering mendownload video youtube menggunakan internet download manager(IDM) tetapi kendalanya ada beberapa video yang tidak bisa di download oleh idm itu sendiri.
Nah oleh maka dari itu saya akan memberikan trik ampuhnya disini:
Step 1.
Buka youtube.com lalu pilih video youtube yang kalian sukai.
Step 2.
disini sebagai contoh saya memilih slaah satu video raditya dika yang saya ingin download
contoh urlnya : _www.youtube.com/watch?v=7bHXlZ4Y1AE&feature=c4-overview-vl&list=PLZN2wZj...
nah disini jika teman-teman ingin download videonya silahkan tambahkan huruf "SS" di belakang youtube
jadi seperti ini: _www.ssyoutube.com/watch?v=7bHXlZ4Y1AE&feature=c4-overview-vl&list=PLZN2w...
Step 3.
Nanti anda akan otomatis redirect ke situs downlaod dari video tersebut.
pilih lah format yang anda sukai biasanya saya memilih format 720p.mp4 ketika ingin download.
begitulah trik bagaimana cara mendownload di youtube yang menurut saya lebih cepat dari trik yang lain.
https://www.bersosial.com/topic/3432/cara-mendownload-video-di-youtube-dengan-cepat
Biasa saya dulu sering mendownload video youtube menggunakan internet download manager(IDM) tetapi kendalanya ada beberapa video yang tidak bisa di download oleh idm itu sendiri.
Nah oleh maka dari itu saya akan memberikan trik ampuhnya disini:
Step 1.
Buka youtube.com lalu pilih video youtube yang kalian sukai.
Step 2.
disini sebagai contoh saya memilih slaah satu video raditya dika yang saya ingin download
contoh urlnya : _www.youtube.com/watch?v=7bHXlZ4Y1AE&feature=c4-overview-vl&list=PLZN2wZj...
nah disini jika teman-teman ingin download videonya silahkan tambahkan huruf "SS" di belakang youtube
jadi seperti ini: _www.ssyoutube.com/watch?v=7bHXlZ4Y1AE&feature=c4-overview-vl&list=PLZN2w...
Step 3.
Nanti anda akan otomatis redirect ke situs downlaod dari video tersebut.
pilih lah format yang anda sukai biasanya saya memilih format 720p.mp4 ketika ingin download.
begitulah trik bagaimana cara mendownload di youtube yang menurut saya lebih cepat dari trik yang lain.
https://www.bersosial.com/topic/3432/cara-mendownload-video-di-youtube-dengan-cepat
Kamis, 06 Februari 2014
Musik, Sumber Depresi Remaja
islampos.com—MENDENGARKAN musik, utamanya karena aktivitas ini begitu
mudahnya dilakukan lewat fasilitas telefon genggam, merupakan ciri khas
masa remaja. Tetapi sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa
remaja yang menghabiskan waktu terlalu banyak mendengarkan musik
menghadapi risiko depresi yang lebih tinggi.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr Brian Primack, asisten profesor kedokteran dan pediatri di University of Pittsburgh School of Medicine, menemukan bahwa remaja yang mendengarkan musik lebih sering, berisiko tinggi memiliki penyakit depresi (PDK), dibandingkan dengan remaja yang mendengarkan musik lebih jarang. Remaja yang mendengarkan musik dengan rutin setiap hari memiliki resiko 80% lebih tinggi akan depresi, demikian penelitian tersebut.
Penelitian ini memperkirakan remaja setidaknya empat atau lima jam sehari mendengarkan musik.
“Pada titik ini, tidak jelas apakah orang depresi mulai mendengarkan musik lebih banyak untuk melarikan diri, atau apakah mendengarkan musik dalam jumlah besar dapat menyebabkan depresi, atau keduanya,” kata Primack dalam sebuah pernyataan.
Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa buku-buku memiliki efek yang berlawanan: membaca, risiko remaja depresi turun 50%. Di Amerika sendiri keseluruhan aktivitas membaca buku menurun. “Sedangkan bentuk lain penggunaan media meningkat,” kata Primack.
Untuk penelitian ini, para peneliti mensurvai 106 peserta yang berusia tujuh sampai 17 selama dua bulan; 46 peserta sebelumnya telah didiagnosis karena depresi.
Membaca Quran
Pararel dengan penelitian ini, yaitu bahwa membaca bisa menjadi solusi untuk depresi, ada sebuah cerita yang terkenal akan keutamaan membaca ini. Utamanya membaca Al-Quran.
Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah area perkebunan area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya.
Setiap pagi sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.
Suatu hari ia bertanya pada kakeknya: ”Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya. Dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?”
Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu, “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali.“ Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.
Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya. Kakeknya mengatakan : “Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras.”
Si kakek pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil dan mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi.
Dengan terengah-engah, ia berkata : “Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.
Sang kakek menjawab : “Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”
Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam.
”Cucuku, apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu.” [sa/time/islampos]
http://www.islampos.com/musik-sumber-depresi-remaja-6075/
Kamis, 23 Januari 2014
37 Kebiasaan Orang Tua Yang Menghasilkan Perilaku Buruk Pada Anak
Pertama kali dapat buku ini sekitar 2
tahun yang lalu, waktu itu teman merekomendasikan buku ini, akhirnya
jadi tertarik dan ikutan beli, bukunya sendiri tipis, tapi tips tips
yang di buku ini sangat bermanfaat buat saya pribadi, makanya jadi ingin
turut membagi tips tips yang ada di buku ini.
- Apakah anda mulai merasa kesulitan mengendalikan perilaku anak anda?
- Apakah anda dan pasangan sering nggak sepaham dalam mendidik anak anak?
- Apakah anak anda sering merengek dan maksa untuk dituruti kemauannya?
- Apakah anak anda sering berantem satu sama lain?
- Apakah anda kesulitan karena anak anda selalu nonton tv atau maen ps?
Jika anda menjawab ya dari salah satu
pertanyaan diatas, maka ada baiknya baca tips tips dibawah ini. Berikut
ini adalah tips tips dari buku Ayah Edy ini.
1. Raja yang Tak Pernah Salah
Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar
jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu
mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan
anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja
mereka tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah
Papa/Mama pukul kursi/mejanya…sudah cup….cup…diem ya..Akhirnya si anak
pun terdiam.
Ketika proses pemukulan terhadap benda
benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan
kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah.
Yang salah orang atau benda lain.
Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia
mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru
atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih
lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah
orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.
Kita sebagai orang tua baru menyadari hal
tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku melawan
ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan
untuk tidak pernah merasa bersalah.
Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan
ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya
menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk
bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil
mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): ” Sayang, kamu terbentur
ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu
supaya tidak membentur lagi.”
2. Berbohong Kecil
Awalnya anak-anak kita adalah anak yang
selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya, Mengapa? KArena mereka
percaya sepenuhnya pada orang tuanya. Namun, ketika anak beranjak besar,
ia sudah tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang
terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau
ucapan-ucapan kita lagi?
Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap
hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu
contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak
kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita
lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita
lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat
lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita
mengatakan, “Papa/Mama hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya,
sebentaaar saja ya, Sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam. Contah
lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak
kita, “Kalo maemnya susah, nanti Papa?Mama tidak ajak jalan-jalan loh.”
Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak
ada hubungannya sama sekali.
Dari beberapa contah di atas, jika kita
berbohong ringan atau sering kita istilahkan “bohong kecil”, dampaknya
ternyata besar. Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua.
Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau
tidak. akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh
orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala
perkataan kita.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian:
“Sayang, Papa/Mama mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo Papa/Mama ke kebun binatang, kamu bisa ikut.”
Kita tak perlu merasa khawatir dan
menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya membutuhkan waktu
lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka
menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang
tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita harus bersabar dan lakukan
pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan
memahami keadaan mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila
pergi bekerja, anak tidak bisa ikut. Sebaliknya bila pergi ke tempat
selain kantor, anak pasti diajak orang tuanya. Pastikan kita selalu
jujur dalam mengatakan sesuatu. Anak akan mampu memahami dan menuruti
apa yang kita katakan.
3. Banyak Mengancam
“Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!”
“Jangan ganggu adik,nanti MAma/Papa marah!”
Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya
melarang atau perintah dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita
beranjak dari tempat duduk atau tanpa kita menghentikan suatu aktivitas,
pernyataan itu sudah termasuk ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan
“….nanti Mama/Papa marah!”
Seorang anak adalah makhluk yang sangat
pandai dalam mempelajari pola orang tuanya; dia tidak hanya bisa
mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat membelokkan pola atau
malah mengendalikan pola orang tuanya. Hal ini terjadi bila kita sering
menggunakan ancaman dengan kata-kata,namun setelah itu tidak ada tindak
lanjut atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman-ancaman yang pernah
kita ucapkan
Apa yang sebaiknya kita lakukan? .
Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti
itu. Dekati si anak, hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya.
tatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi kita tidak
senang dengan tindakan yang mereka lakukan. Sikap itu juga dipertegas
dengan kata-kata, “Sayang, Papa/Mama mohon supaya kamu boleh meminjamkan
mainan ini pada adikmu. Papa/Mama akan makin sayang sama kamu.” Tidak
perlu dengan ancaman atau teriaka-teriakan. Atau kita bisa juga
menyatakan suatu pernyataan yang menjelaskan suatu konsekuensi, misal
“Sayang, bila kamu tidak meminjamkan mainan in ke adikmu,Papa/Mama akan
menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain. MAinan akan
Papa/Mama keluarkan, bila kamu mau pinjamkan mainan itu ke adikmu.
Tepati pernyataan kita dengan tindakan.
Sabtu, 18 Januari 2014
Selasa, 14 Januari 2014
Hati hati...
Asinnya air laut tidak mampu menyerap ke dalam isi ikan, tetapi bila ikan itu mati, setitik garam pun sudah cukup untuk membuatnya asin.
Begitulah hati, hati yang hidup sangat sukar dinodai, tetapi bila hati itu telah mati, dengan mudahnya dapat dipengaruhi.
Itulah perumpamaan jiwa-jiwa insan, mudah lena, lupa dan alpa. Sadarlah dan sama-sama kita saling ingat mengingatkan,
Semoga hati kita dipelihara dan terpelihara.
Aamiin.
Insya Allah

