Jumat, 17 Mei 2013
Beginilah mereka menghancurkan kita, lalu bagaimana sikap kita…?!
Arrahmah.com/Muslimahzone.com - Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di
depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di
tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata,
“Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan
kanan ada penghapus.
Jika saya angkat kapur ini, maka
berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah
“Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat
silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru
kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka
berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”.
Dan permainan diulang kembali.
Maka pada mulanya murid-murid itu
keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka
sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.
Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.
“Anak-anak, begitulah ummat Islam.
Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil.
Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk
menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.
Pertama-tama mungkin akan sukar bagi
kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan
cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal
itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah
berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.”
“Keluar berduaan, berkasih-kasihan
tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi
menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend,
materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan
lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi
sedikit menerimanya. Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham Bu Guru”
“Baik permainan kedua,” Ibu Guru
melanjutkan. “Bu Guru ada Qur’an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet.
Quran itu “dijaga” sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang
anak-anak berdiri di luar karpet.
Permainannya adalah, bagaimana
caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa
memijak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan
tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.
Akhirnya Sang Guru memberikan jalan
keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an ditukarnya dengan buku filsafat
materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.
“Murid-murid, begitulah ummat Islam
dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan
terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang
biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan
menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.
Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat.
Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu.
Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan
dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…”
“Begitulah musuh-musuh Islam
menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia
akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian
dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah
meninggalkan Syari’at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka
inginkan.”
“Kenapa mereka tidak berani
terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?” tanya mereka. Sesungguhnya dahulu
mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan
lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang
perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang
serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak.
Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo’a dahulu sebelum
pulang…”
Matahari bersinar terik tatkala
anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran
masing-masing di kepalanya.
***
Ini semua adalah fenomena Ghazwu
lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam.
Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya:
“Mereka hendak memadamkan cahaya
Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan
cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.”(QS. At Taubah :32).
Musuh-musuh Islam berupaya dengan
kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya
generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit
melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show,
hingga tak terasa.
Begitulah sikap musuh-musuh Islam.
Lalu, bagaimana sikap kita…?
-Note From Brother Asep Juju-
(anna/muslimazone.com)
- See more at:
http://www.arrahmah.com/read/2012/07/15/21646-beginilah-mereka-menghancurkan-kita-lalu-bagaimana-sikap-kita.html#sthash.zGAFwjEq.dpuf
Rabu, 15 Mei 2013
Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW
Sebagian dari kita pasti sudah sering
mendengar istilah pola hidup sehat. Dalam ajaran Islam pola hidup sehat
juga sudah dikenalkan oleh Rasulullah Muhamad Saw. Ajaran pola hidup
yang sehat mencerminkan pribadi yang kuat. Masalah kesehatan juga
tertera dalam kitab suci Al-Qur’an yaitu ”Hai manusia, sesungguhnya
telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh
bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat
bagi orang-orangnya yang beriman” (QS:Yunus: 57).
Ada dua pola hidup sehat yang menonjol
dan relevan dengan disiplin ilmu kesehatan masyarakat yakni kesehatan
individu dan masalah pengaturan gizi kesehatan. Dan berikut adalah
beberapa pola hidup sehat yang dianjurkan oleh Rasulullah:
1. Makan secukupnya
Telah termaktub dalam surat cintaNya QS. Thaha ayat 81: Artinya:
“Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu,
dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku
menimpamu. dan Barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, Maka Sesungguhnya
binasalah ia.”
Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa
janganlah kita berlebihan dalam makan karena akan berdampak buruk bagi
kesehatan kita. Berbagai penyakit dapat muncul kalau kita sembarangan
dan tidak mengatur pola makan kita dengan baik.
Makan secukupnya sesuai dengan kadar
kemampuan lambung kita untuk menampungnya dan memprosesnya menjadi
energi, juga tak boleh makan terlampau sedikit karena kita akan cepat
kehabisan energi dan akhirnya lemas saat beraktivitas. Dalam sebuah
hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasul menyatakan bahwa
hendaknya manusia hendaknya menjaga keseimbangan tubuhnya, sepertiga
untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.
Sebagaimana Sabda Rasul: “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)”.
2. Tidur yang cukup
Setelah seharian beraktivitas, tubuh
kita perlu beristirahat. Tidur yang cukup untuk ukuran orang dewasa
adalah sekitar 6-8 jam. Tidur cukup sangat penting untuk menjaga
kesehatan tubuh kita, apalagi untuk kita yang berstatus sebagai pekerja,
tidur cukup dapat meningkatkan daya konsentrasi saat bekerja. Kalau
tubuh kita kekurangan tidur, maka kita akan sulit untuk berkonsentrasi,
tubuh kita terasa lemas, dan sulit untuk berpikir jernih. Rasulullah
membiasakan dirinya tidur segera selesai menunaikan shalat Isya dan
bangun lebih cepat di sepertiga malam terakhir (dini hari) untuk
melaksanakan shalat malam hingga menjelang masuk azan Subuh.
3. Berolahraga
Dengan berolahraga, maka peredaran
kita akan menjadi lancar, pembakaran kalori menjadi energi bisa menjadi
optimal. Banyak berolahraga dapat menjauhkan kita dari berbagai macam
penyakit, karena itu kita tak boleh malas dalam berolahraga. Minimal
satu kali satu minggu, untuk menyeimbangkan gerak otot dan memperlancar
asupan oksigen ke dalam otak sehingga meningkatkan daya
konsentrasi. Rasulullah biasa berjalan kaki ke bukik-bukit dan terus
berlatih meningkatkan keterampilan berkuda dan memanahnya. Dan
Rasulullah menyuruh umatnya membiasakan berolahraga semenjak kanak-kanak
sebagaimana sabdanya ,
“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)
4. Bangun pagi atau subuh
Ketika fajar menjelang, atau ketika
subuh. Udara masih bersih dari polusi, sehingga sangat bagus untuk
kesehatan paru-paru. Bangunlah lebih pagi untuk mendapatkan asupan udara
bersih bagi paru-paru kita. Dengan bangun lebih pagi, kita juga bisa
merencanakan apa yang akan kita lakukan secara lebih cermat dan tak
terburu-buru. Agar bisa bangun lebih pagi, maka kita pun harus bisa
tidur lebih awal.
5. Puasa Senin-Kamis
Selain berpahala, dengan berpuasa di
hari Senin dan Kamis memberikan waktu bagi lambung kita untuk
beristirahat. Bayangkan, setiap hari lambung kita disuruh bekerja keras
untuk mencerna makanan setiap pagi, siang dan malam. Saat berpuasa,
lambung kita akan beristirahat dan memproses makanan yang belum tercerna
sebelumnya, juga dapat menyaring racun yang mungkin tersimpan dalam
tubuh kita karena proses pencernaan makanan yang kurang sempurna.
6. Menjaga Kebersihan
Satu hal lagi yang tak kalah
pentingnya dalam gaya hidup sehat adalah menjaga kebersihan. Tempat yang
kotor rentan menyebabkan penyakit, maka dari itu Islam sangat
menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri, tempat tinggal, dan juga
pakaian. Berwudhu minimal 5x sehari, bershiwak sebelum shalat 5 waktu ,
serta mandi hadats besar / junub akan menjadikan umat Islam selalu
menjaga kebersihan dirinya.
Bahkan Rasulullah sendiri juga
mengatakan bahwa kebersihan itu merupakan sebagian daripada iman. Maka,
dengan menjaga kebersihan juga akan berdampak positif bagi kesehatan
kita.
7. Mengkonsumsi kurma dan madu
Pada aspek pengendalian gizi,
Rasulullah selalu menjaga makanan yang dikonsumsinya. Dalam hidupnya
Rasulullah kerap mengonsumsi kurma baik kurma kering maupun kurma basah.
Anjuran mengonsumsi kurma beberapa kali disebutkan dalam Al-Quran,
seperti pada Surat Ar-Ra’du: 4, “Dan di bumi ini terdapat
bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanam-tanaman
dan pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang, disirami dengan air
yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman di atas sebagian yang
lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”
Semasa hidup Rasulullah senantiasa
peduli pada kesehatan, baik kesehatan pribadinya maupun kesehatan
umatnya. Ajarannya beliau pada aspek kesehatan lebih banyak menitik
beratkan pada pola pencegahan daripada pengobatan. Gaya hidup sehat
Rasulullah lebih mengacu pada pengendalian gizi makanan. Makanan
Rasulullah terseleksi secara disiplin dan ketat, baik dari tingkat
kehalalannya maupun kebaikannya. Ukuran kehalalan dinilai dari cara
mendapatkanya secara halal (legal) dan berkaitan dengan urusan akhirat.
Sedangkan kebaikan (thayyib) berkaitan dengan kandungan gizi pada
makanan untuk dikonsumsi. Makanan yang kerap dikonsumsi Rasul selain
kurma adalah madu untuk membersihkan pencernaan. Sebagaimana hadits
beliau, “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yakni madu dan Al Quran” (HR Ibnu Majah dan Hakim).
Misteri Matematika Dalam Kehidupan
Pernahkah Anda berpikir bahwa:
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah :
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +
2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH
terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x - = -
- x + = -
3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu
tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
- x - = +
Pelajaran matematika yang terkesan sederhana itu ternyata mengandung sarat makna kebenaran, yang bisa kita ambil
sebagai pelajaran hidup.
Semoga Bermanfaat.
Detik - Detik Kepergian Rasulullah SAW
Bismillahirrahmaanirrahiim
Pagi itu Rasululloh dengan suara terbata-bata berkutbah, " Wahai umat ku. kita semua dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih_Nya, maka taat dan bertaqwala kepada_Nya. Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Qur'an dan Sunnahku. Siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-sama aku"
Kutbah singkat itu di akhiri dengan pandangan mata rasululloh yang tenang dan penuh minat menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang. Ali menundukkan kepala.
Isyarat telah datang, saatnya telah tiba, " Rasululloh akan meninggalkan kita semua" keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampi selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat. Ali dengan cekatan memeluk rasululloh yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah rasululloh masih tertutup. Di dalamnya rasul terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam, "bolehkah saya masuk?'
tanyanya.
Fatimah tak mengijinkan masuk. "Maafkan ayahku sedang demam."
Ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya, "siapakah itu wahai anakku" "Tak taulah ayahku, sepertinya baru kali ini aku melihatnya" tutur Fatimah lembut.
Rasul menatap putrinya dengan pandangan yang mengetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah putrinya hendak di kenangnya.
" Ketahuilah. Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikul maut" kata rasululloh. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya.
Ketika malaikat maut datang mendekat, rasul menanyakan kenapa jibril tidak menyertainya. Kemudian di panggilah jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah" tanya rasul dengan suara yang teramat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka. para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Ternyata itu tidak membuat rasul lega. Matanya masih penuh gambaran kecemasan.
" Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" tanya jibril.
" Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
" Jangan khawatir ya rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepada ku, Ku haramkan surga bagi siapa saja, kecuali umat muhammad telah berada di dalamnya" kata jibril.
Detik-detik semakin dekat. Saatnya Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh rasululloh di tarik. Nampak sekujur tubuh rasul bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini" rasululloh mengaduh lirih. Fatimah terpejam. Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" tanya rasululloh pada malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah di renggut ajal," kata Jibril. Kemudian terdengar rasul memekik karena sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dasyat nian maut ini, timpahkan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku".
Badan rasul mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, " Uushikum bis shalati, wa maa malakat aymanukum. Peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu"
Di luar pintu tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Ali kembali mendekatkan telinga di bibir rasul yang mulai kebiruan, " Ummatii..., ummatii...., ummatii...,"
Berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi."
Wallahu a'lam
Tanda-Tanda Hati Mati
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
Sahabatku, inilah diantara tanda-tanda hati yang mati
1."Tarkush sholah" Berani meninggalkan sholat fardhu
2. "Adzdzanbu bil farhi" Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS 7:3)
3. "Karhul Qur'an" Tidak mau membaca bahkan menjauh dengan ayat-ayat Alqur'an
4. "Hubbul ma'asyi" Terus menerus ma'siyat
5. "Asikhru" Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, serta merasa dirinya selalu lebih suci
6. "Ghodbul ulamai" Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama
7, "Qolbul hajari" Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat
8. "Himmatuhul bathni" Gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya
10. "Anaaniyyun" tidak mau tau, "cuek" atau masa bodoh keadaan orang lain, saudara bahkan bisa jadi keluarganya sekalipun menderita
11. "Al intiqoom" Pendendam hebat
12. "Albukhlu" sangat pelit
13, "Ghodhbaanun" cepat marah karena keangkuhan dan dengki.
Selasa, 14 Mei 2013
Senin, 13 Mei 2013
Khasiat Luar Biasa Habbatussauda (Jinten hitam) Dalam Hadits dan Ilmu Medis
Dalam Ash-Shohihain diriwayatkan
hadist dari Ummu Salamah dari Abu Hurairah R.A, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaklah kalian mengkonsumsi
Habbatus Sauda’ , karena didalamnya terdapat kesembuhan dari setiap penyakit,
kecuali saam. Sedangkan saam artinya kematian.”
Imam Bukhori juga meriwayatkan
hadist dari Aisyah R.A bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda;
” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini
merupakan obat bagi setiap penyakit, kecuali saam. Aku bertanya, “Apakah saam
itu?”. Beliau menjawab, “Kematian.”
Dalam riwayat Muslim:
“Tidak ada suatu penyakit, kecuali
penyembuhannya ada didalam Habbatus Sauda.”
Nabi SAW mengabarkan bahwa Habbatus
Sauda berkhasiat menyembuhkan setiap penyakit. Kata syifa’ (kesembuhan) dalam
seluruh hadist disebut tanpa dima’rifahkan dengan alif dan lam. Semuanya dalam
struktur positif, sehingga dengan demikian kata tersebut bersifat nakiroh
(indefinite, tidak spesifik) yang biasanya bermakna umum. Selanjutnya, kita
bisa mengatakan bahwa dalam Habbatus Sauda’ terdapat potensi penyembuhan
terhadap setiap penyakit.
Apakah Habbatus Sauda’ (Jinten
Hitam) itu?
Habatussauda merupakan tanaman semak
belukar yang tumbuh liar pada setiap musim di beberapa kawasan seperti di utara
Afrika, Asia dan Jazirah Arab.
Nama ilmiahnya adalah Nigella
sativa. Berbatang pendek, tingginya 50 cm. Tanaman ini masih satu famili dengan
Adas (Foeniculum capillaceum) dan Anise (Pimpinella anisum), sehingga terkadang
dikira salah satu jenis tumbuhan adas. Buahnya berbentuk mirip kapsul, yang di
dalamnya terdapat benih berwarna putih dengan bentuk segi empat. Warnanya cepat
sekali berubah menjadi hitam jika terkena udara.
Belakangan ini tidak kurang dari 150
penelitian yang dimuat di berbagai jurnal ilmiah semakin memperkuat bukti
tentang berbagai khasiat yang pernah disebutkan oleh orang-orang terdahulu
tentang tumbuhan ini. Penelitian ini kebanyakkan berasal dari Eropa, khususnya
Austria dan Jerman yang berada di barisan terdepan dari negara-negara yang
mempromosikan dihidupkannya kembali pengobatan herbal sebagai pengobatan
alternatif.
Cara Kerja Habbatus Sauda’ (Jinten
Hitam)
Habatussauda mengandung aneka
vitamin, mineral, protein nabati, juga asam lemak tak jenuh. Habbatussauda juga
mengandung asam lemak esensial yang penting bagi kesehatan kulit, rambut,
selaput lendir, pengendalian tekanan darah, produksi hormon dalam tubuh, dll.
Selain kandungan bahan-bahan alami
tersebut, habatussausa juga mengandung nigellon, yang termasuk dalam kategori
zat anti-oksidan alami, seperti vitamin C dan A. Habatussauda juga mengandung
glutathion yang memeilki peran fundamental dalam melindungi tubuh dari ancaman
radikal bebas. Sejumlah hasil penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini
menyatakan bahwa fungsi protektif Nigellon mampu melindungi tubuh dari berbagai
bahaya zat-zat asing.
Unsur-unsur kimiawi dalam Habbatus
Sauda’
100 gr Habbatus Sauda’ mengandung
zat-zat sebagai berikut:
1. 13,19 gr air 6. 6, 2 mg niasin
2. 9,17 gr protein 7. 3,6 gr fiber
3. 9, 12 gr lemak 8. 8,7 gr abu
4. 80,10 mg kalsium 9. 463 kalori
5. 20 mg vitamin A
2. 9,17 gr protein 7. 3,6 gr fiber
3. 9, 12 gr lemak 8. 8,7 gr abu
4. 80,10 mg kalsium 9. 463 kalori
5. 20 mg vitamin A
Penggunaan Habbatus Sauda (Jinten
Hitam)’
- Sebagai Sumber Energi. Habbatus Sauda diketahui membantu pemeliharaan temperatur alamiah tubuh.
- Melancarkan ASI. Habbatus Sauda’ membantu melancarkan ASI, termasuk sumber gizi yang penting buat ibu dan anak.
- Kekebalan (imunitas). Beberapa penelitian baru-baru ini membuktikan efek Habbatus Sauda dalam meningkatkan sistem kekebalan. Satu hal yang bisa memperjelas makna sabda Nabi, “menyembuhkan setiap penyakit”.
- Untuk anak. Habbatus Sauda’ juga mengandung asam arginin, yaitu salah satu zat asam yang penting dan sangat dibutuhkan untuk perkembangan anak.
- Untuk Orang Tua. Habbatus Sauda’ merupakan makanan kesehatan yang penting dan bermanfaat bagi orang-orang tua, karena mengandung berbagai macam zat gizi.
Habbatus Sauda (Jinten Hitam)
Potensial untuk Obat ARV HIV/AIDS
Ekstrak heksan biji jinten hitam
(Nigella sativa Lor) potensial dikembangkan sebagai imunomodulator pada
penderita imunodefisiensi seperti pasien terinfeksi HIV-AIDS yang mengalami
penurunan jumlah sel CD4, kata Akrom M.Kes, dosen Fakultas Farmasi Universitas
Ahmad Dahlan Yogyakarta.
“Ekstrak heksan biji jinten hitam
(EHBJH) dapat dikembangkan sebagai agen kemopreventif antikarsinogenesis
melalui mekanisme antioksidan sitoprotektif dan imunomodulator,” katanya dalam
ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
(UGM) Yogyakarta, Senin (4/2/2013).
Menurut dia, efek EHBJH dapat
meningkatkan limfosit CD4, CD8, kadar IFNgamma, dan hematoprotektor.
Keberhasilan biji jinten hitam meningkatkan jumlah sel CD4 dan CD8 serta
berdampak pada populasi sel CD4CD25Treg memberikan harapan pada pasien-pasien
HIV-AIDS yang menjalani terapi antiretroviral (ARV) sebagai terapi ajuvan.
“Meskipun baru skala penelitian
laboratorium melalui pemberian ekstrak heksan biji jinten hitam pada tikus,
diketahui timokuinon memiliki efek kemopreventif antikarsinogenesis pada tikus
bahkan mampu menurunkan 81-97 persen tingkat kematian, menghambat kerusakan
hepar dan ginjal serta meningkatkan jumlah lekosit dan hemoglobin,” katanya.
Ia mengatakan, ekstrak heksan biji
jinten juga mampu menurunkan 45-50 persen insidensi pembentukan nodul dan
menurunkan 70-90 persen pembentukan adenokarsinoma mamae tikus yang diinduksi
dimetilbenz(a)antracene.
Selain itu, aktivitas dan mekanisme
imunomodulator antihematoksik ekstrak heksan biji jinten hitam diketahui mampu
meningkatkan jumlah limfosit darah tepi, meningkatkan jumlah limfosit CD4Th,
CD8 dan CD4CD25treg, meningkatkan berat limpa dan jumlah limfosit serta
aktivitas limfosit dalam mensekresi IFNgamma.
Menurut dia biji jinten hitam secara
empirik sudah dipakai sebagai bahan jamu untuk pengobatan herbal yang mampu
mengobati berbagai kelainan di antaranya sebagai imunomodulator, antivirus,
antidiabetes mellitus, antikanker, antiasma, dan antiepilepsi.
“Kandungan timokuinon, nigelon, dan
asam lemak tak jenuh dalam biji jinten hitam merupakan kandungan yang diduga
bersifat antioksidatif, kemopreventif, dan imunomodulator,” kata Akrom.
Prof. Wadi’ah Shalih Bakr meraih
Doktor di bidang Biokimia dari Universitas di Inggris melalui disertasinya yang
berjudul “Klasifikasi dan efek Obat terhadap Enzim-enzim Idionukleotida
Kerongkongan pada Jaringan Payudara.
Di dalam disertasinya, ia mengupas
pengaruh ekstrak habbatus sauda’ terhadap enzim-enzim nukleotida dalam
jaringan.
Dalam disertasinya, dipaparkan
terlebih dahulu beberapa riset yang telah dilakukan sebelumnya mengenai
habbatus sauda’. Ia menyebutkan bahwa ada sejumlah laporan laboratorium yang
menyebutkan efek nyata ekstrak habbatus sauda’ terhadap pengobatan. Sebagai
contoh adalah ketika ekstrak habbatus sauda diberikan kepada tikus secara oral,
maka hal itu berperan melindungi organ hati dari keracunan yang ditimbulkan
oleh enzim D-Glukosa Amyn (El Dakhakhny and Madi, 1995).
Beberapa riset lain menguatkan bahwa
minyak habbatus sauda’ memiliki peran yang sangat efektif dan baik dalam
pengobatan sesak nafas (Gomaa et al, Chakravarty, 1993). Peneliti, Toppozada
dkk, menemukan bahwa minyak habbatussauda sangat berkhasiat sebagai anti
bakteri dan mikro organisme lain. Zat-zat aktif pada Habbatus Sauda’ juga
sukses digunakan untuk mengobati infeksi telinga dan nyeri-nyeri pada rahang
atas.
El-Kadi et al, 1990, membuktikan
bahwa salah satu khasiat habbatus sauda’ adalah pengaruhnya dalam memperbaiki
perbandingan sel-sel T pembantu terhadap sel-sel T penekan pada para penderita
kelemahan sistem kekebalan, dimana kondisi mereka membaik, jumlah sel-sel T
pembantu meningkat sedangkan jumlah sel-sel T penekan berkurang.
Berdasarkan uji kimiawi, terbukti
bahwa minyak habbatussauda mencegah terjadinya kanker kulit pada tikus
(El-Moufty, 1995).
Kreober 1993, menyatakan bahwa biji
dan minyak habbatus sauda mengandung efek diuretik (melancarkan pembuangan
urin). Tahir 1993, menemukan bahwa minyak atsiri Habbatus Sauda’ mengurangi
kontraksi pembuluh darah jantung, serta berperan mencegah terjadinya
ketegangan.

