Rabu, 31 Juli 2013

Rezeki, Saat Ada dan Tiada


Bagi orang yang hatinya belum sungguh-sungguh kepada Allah, maka sikapnya ditentukan oleh kondisi hatinya. Ketika diberi ia akan terlalu gembira karena pemberiannya itu, dan saat ditolak ia akan kecewa, karena harapannya tak tersampaikan.
Namun bagi orang yang mengetahui atas apa yang terbaik bagi dirinya itu berasal dari Allah, maka pemberian dan penolakan tidak membuat senang dan susah. Senang dan susahnya jika ia tidak mau bersyukur dan bersabar. Ia akan kecewa bila tidak bisa bersyukur dan bersaba; bukan pada ada dan tiadanya, dia akan kecewa.
Misalnya bagi seorang pedagang yang bergantung pada makhluk, gejalanya dapat dirasakan senang apabila ada pembeli dan kecewa bila tidak ada pembeli.
Mulailah berlatih ketika mendapat karunia, merasa gembira sewajarnya. Kalau mendapat nikmat itu semata-mata hanya kemurahan Allah, jangan dikait-kaitkan dengan kehebatan ibadah kita, karena Allah tidak bisa dipaksa.
Contoh lainnya, ketika memperoleh gaji ia merasa sangat senang, namun ketika uang gaji itu harus keluar untuk membayar keperluannya, lalu ia bersedih, berarti kita masih senangnya dengan sesuatu yang datang, dan sedih dengan sesuaatu yang harus keluar.
Padahal kalau kita tafakuri, uang itu sesungguhnya sejak dari dahulu hingga saat ini terus saja mengalir. Gaji itu lalu lintas takdir Allah sebagai salah satu aliran rejeki. Sehingga bergembiranya kita bukan pada adanya uang, melainkan adanya ladang amal. Bila waktunya uang itu harus pergi, seharusnya tidak bersedih.
Dengan demikian, apabila kita menyukai dengan apa saja yang ditetapkan Allah, maka itu tanda bagi orang yang bersyukur, dan merasa bahagia apabila karunia yang diberikan Allah kepada orang lain, dan itu juga buah dari syukur.
Perbuatan syukur apabila nikmat itu datang kepada dirinya, lalu ia mengucapkan alhamdulillah. Apabila ia selalu bersyukur kalau nikmat tidak hanya datang pada dirinya, maka inilah sifat syukur yang derajatnya lebih tinggi. Karena kita menyukai dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah.
“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS Az-Zumar : 66)
Pada kenyataannya, ada orang yang menyukai bahwa nikmat itu hanya untuk dirinya, hal itu tidak menjadi amalan yang maksimal bagi dirinya. Semestinya kita menyenangi Allah jika memberi nikmat pada makhluk-makhluknya yang lain, bukan hanya bergembira karena nikmat itu diberikan kepada kita.
Ketika kita menerima suatu nikmat, wajar jika kita menjadi gembira, karena langsung menyangkut dengan diri kita, namun sebuah pencapaian keyakinan yang lebih tinggi apabila kita bersyukur ketika orang lain memperoleh nikmat juga. Ketika kita mendapat nikmat, hendaklah tidak dikait-kaitkan dengan kelebihan dan kemampuan kita, semua semata-mata karena Allah tidak bisa dipaksa oleh siapa pun.
Coba direnungkan, apakah banyak yang cocoknya atau tidak dalam kehidupan kita ini? Barangkali di antara kita akan banyak yang menjawab banyak yang tidak cocoknya. Lalu mengapa kita masih hidup, berpakaian lagi, ditutupi aib. Jadi, di mana ruginya… Bahkan tidak jarang Allah memberikan sesuatu yang tidak cocok, padahal itulah yang terbaik bagi kita.
Yang kita inginkan seringkali yang cocok menurut nafsu, karena pendeknya pengetahuan kita. Barometer bagus menurut kita, itu sesuai dengan dengan nafsu, sedangkan menurut Allah yang bagus cocok menurut iman. Misalnya, sehat menurut kita bagus, tapi Allah Maha Tahu, dengan sakit itu hikmahnya bisa menjadi kita lebih dekat dan terjaga dari maksiat.
Adakalanya kita terus menerus berlimpah rejeki, lalu membuat kita lengah dalam ibadah, maka bisa saja dibuat kejadian yang membuat kita tidak bersandar kepada gaji. Dengan hilang pekerjaan, misalnya. Hingga ia tidak menyandar kepada apa pun, Allah membuatnya ia terlepas pada sandaran apa pun, agar benar-benar tawakal kepada Allah. Hingga benar-benar pasrah kepada-Nya.
Jadi apabila kita masih senang dengan datangnya sesuatu, dan sedih dengan hilangnya sesuatu, maka memang kita masih kekanak-kanakan. Kita masih memanjakan nafsu kita. Tapi kalau mau melihat perbuatan Allah, kita tidak cukup melihat senang dan susah seperti apa adanya, melainkan semua itu sebagai satu karunia.
Jadi tidak boleh sok tahu terhadap takdir yang terbaik baik kita, karena ini yang membuat ‘ada’-nya membuatnya menjadi terlalu bergembira, dan ‘tiada’-nya menjadi sengsara hati.

Kamis, 18 Juli 2013

Zakat, Infaq, Shodaqoh


 Kutipan Dari FB Haikal Hassan
1.Dari tahun ke tahun kita selalu disuguhkan spanduk, selebaran, tentang apa yg disebut Zakat, Infaq, Shodaqoh.
2.Dari namanya saja sudah terkesan dikotak-kotakan. Sebuah contoh yg tak pernah ada pada masa Rosul maupun khalifah.
3.Lebih lucu lagi ada yg berpendpt shodaqoh dan infaq itu sunah. yg wajib hanya zakat. Inilah awal malapetaka Bangsa.
4.Buka 2:254,9:60,2:267,3:92,2:177,3:134,65:7,2:261,30:39,23:4,22:41,2:268,2:276,9:103,4:39,8:60,34:39,2:261,9:34,3:180.
5.Intinya begini: Shodaqoh ada 2. 1)yg termasuk rukun islam disebut Zakat. 2)yg tdk termasuk rukun islam disebut Infaq.
6.Zakat dan Infaq adalah bagian dari Shodaqoh. Terlalu ngawur yg berkata shodaqoh dan infaq itu sunah. Semua wajib.
7.Inilah yg membuat bangsa bernama Indonesia tak pernah keluar dari keterpurukan karena NGGAK BENER dlm keluarkan shodaqoh.
8.Kalau bener dan dikelola dg baik maka tak kurang dari 30 Trilyun / tahun dapat dikumpulkan. Begini:
9.Jumlah penduduk Indonesia 251.857.940 jiwa. Yg Muslim 207.176.162. Sementara yg bekerja hanya 105.662.160
10. Dari jml itu, pekerja tak berpddkan 44.737.359, lulusan SD-SMP 50.612.175, llsn SMA-DIPL 2.958.540, llsn UNIV 7.354.086.
11.Pemerintah yg keblinger ini harusnya melalui depag yg maling2nya dipecat dulu,berinisiatif mengumpulkan zakat terpusat.
12.Perlu dicatat, pengumpulan terpusat inilah yg dicontohkan Rasul dan para khalifah dg sistem baitulmaal.
13.Pengumpulan dilakukan dg pemotongan langsung berjejang sesuai ump dan latar pendidikan diatas.
14.Pengumpulan dilakukan terbuka diumumkan setiap hari diseluruh media berupa iklan berjalan diTV dan iklan kolom diKoran.
15.Pekerja muslim tak berpendidikan ditarik 15.000/bln. Sedangkan yg berpendidikan SD-SMP ditarik 25.000/bulan
16.Lalu pekerja SMA-DIPLOMA ditarik 50.000/bln. Sedangkan yg berpendidikan UNIV ditarik 75.000/bulan.
17.Maka bukankah setiap bulan akan ada dana ummat Rp. 2.635.848.243.360,- atau Rp. 31,6 TRILYUN/thn.
18.Dg dana sebesar ini, berapa petani yg bisa bertanam dg baik karena pupuknya diberikan cuma-cuma?
19.Berapa nelayan yg tenang bisa melaut karena perahunya dibelikan tanpa harus cicil dg bunga yg mencekik?
20.Berapa guru yg bisa dinaikkan gajinya agar konsentrasi mengajar tanpa harus ngobyek atau ngojek lagi?
21.Berapa anak yg putus sekolah dapat dilanjutkan dg memberi bantuan biaya sekolah yg makin melambung?
22.Apa pemerintah gak mikir/ gak kepikir/ gak mau mikir/ gak coba mikir/ gak bisa mikir ya ?
23.Ya Allah yg maha kuasa, gantilah pemerintah yg sekarang ini dg mereka yg adil, cerdas, jujur dan taqwa.
24.Data diatas dikumpulkan dan dianalisa sendiri dari Infobank, kompas, kpu, bps, (mei 2013). Sekian.

 

Rabu, 17 Juli 2013

Sejarah Kabah

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang diberkahi.” (Al-Imran, ayat 96).

Kabah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di kota Mekah didalam Masjidil Haram. Ia merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah shalat bagi umat Islam diseluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.
Kabah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter. Kabah disebut juga dengan nama Baitullah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang dibangun dan dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekah atas perintah Allah. Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman didekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

kalau kita membaca ayat diatas, kita bisa mengetahui bawah Kabah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim AS menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Kabah telah ada sebelum Nabi Ibrahim AS menginjakan kakinya di Mekah.
Sejarah KabahPada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum diangkat menjadi Rasul, bangunan ini direnovasi kembali akibat banjir yang melanda kota Mekah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali Hajar Aswad namun berkat hikmah Rasulullah perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa kekerasan, tanpa pertumpahan darah, dan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Pada zaman Jahiliyyah sebelum diangkatnya Rasulullah SAW menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, Kabah penuh dikelilingi dengan patung-patung yang merupakan Tuhan bangsa Arab, padahal Nabi Ibrahim AS yang merupakan nenek moyang bangsa Arab mengajarkan tidak boleh mempersekutukan Allah, tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah yang Tunggal, tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak beranak dan diperanakkan. Setelah pembebasan kota Mekah, Kabah akhirnya dibersihkan dari patung-patung tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah.

Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci Kabah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan, baik pemerintahan khalifah Abu BakarUmar bin KhattabUtsman bin AffanAli bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekah dan Madinah.
Pada zaman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS pondasi bangunan Kabah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika renovasi Kabah akibat bencana banjir pada saat Rasulullah SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi Rasul, karena merenovasi Kabah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan kabah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian Kabah yang tidak dimasukkan kedalam bangunan Kabah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi Kabah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.
Sejarah Kabah
Karena agama Islam masih baru dan baru saja dikenal, maka Nabi SAW mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali Kabah sehingga ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: “Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu Kabah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Kabah”, sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.”
Jadi kalau begitu Hijir Ismail termasuk bagian dari Kabah. Makanya dalam bertawaf kita diharuskan mengelilingi Kabah dan Hijir Ismail. Hijir Ismail adalah tempat dimana Nabi Ismail AS lahir dan diletakan di pangkuan ibunya Hajar.
Ketika masa Abdurahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan Kabah dibuat sebagaimana perkataan Nabi SAW atas pondasi Nabi Ibrahim AS. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam, terjadi kebakaran pada Kabah akibat tembakan pelontar (Manjaniq) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Kabah berdasarkan bangunan hasil renovasi Rasulullah SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim AS. Dalam sejarahnya Kabah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali kabah sesuai dengan pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi SAW, namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan masalah khilafiyah oleh penguasa sesudah beliau dan bisa mengakibatkan bongkar pasang Kabah. Maka sampai sekarang ini bangunan Kabah tetap sesuai dengan renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang
Hajar Aswad

Sejarah KabahHajar Aswad merupakan batu yang dalam agama Islam dipercaya berasal dari surga. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim AS. Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma wangi yang unik dan ini merupakan wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya. Dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh disisi luar Kabah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi SAW. Karena beliau selalu menciumnya setiap saat bertawaf. Dan sunah ini diikuti para sahabat beliau dan Muslimin.

Makam Ibrahim

Sejarah KabahMakam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim AS sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak disebelah timur Kabah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim AS berdiri disaat beliau membangun Kabah bersama sama puteranya Nabi Ismail AS. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim AS yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang.

Multazam

Sejarah KabahMultazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Kabah berjarak kurang lebih 2 meter. Dinamakan Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu. Setiap doa dibacakan di tempat itu sangat diijabah atau dikabulkan. Maka disunahkan berdoa sambil menempelkan tangan, dada, dan pipi ke Multazam sesuai dengan hadist Nabi SAW yang diriwayatkan sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash.
Sumber: hasanalsaggaf.wordpress.com

Berdoa di Taman Surga ‘Raudhah’


Raudhah di Masjid Nabawi di Madinah menjadi salah satu lokasi yang mustajab untuk bermunajat. Demikian menurut hadist Rasul.
Secara bahasa, “Raudhah” berarti taman. Raudhah merupakan salah satu ruangan di Masjid Nabawi yang banyak dimasuki jamaah untuk memanjatkan doa. Ia terletak di antara kamar Nabi dan mimbar untuk berdakwah. Tempat ini tak pernah sepi, menjadi tempat yang paling afdhal untuk memanjatkan doa.
Raudhah dianggap sebagai taman-taman surga, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah. Rasulullah bersabda, “Di antara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku”. Para ahli hadits menafsirkan taman surga  sebagai tempat Allah SWT menurunkan rahmat dan kebahagian-Nya karena dilakukan zikir serta pemujaan kepada Allah.
Lokasi ‘taman surga’ ini merupakan bagian dari shaf laki-laki, hanya terbuka untuk perempuan di jam tertentu, saat dhuha dan setelah shalat dhuhur. Bukan hal yang mudah untuk bisa memasuki Raudhah. Luasnya yang hanya 144 meter persegi tak sebanding dengan jutaan jamaah yang berebut ingin masuk ke sana.
Agar tertib, petugas masjid mengelompokkan jamaah berdasarkan rumpun bangsanya. Di dekat Raudhah, ada areal terbuka dengan atap berupa payung putih yang dapat dilipat. Di situlah, jamaah wanita menunggu antrean untuk bisa bergantian memasuki Raudhah.
Di lokasi yang ditandai dengan warna putih dan kaligrafi khas ini, beragam wajah berbeda-bangsa, bermacam warna kulit berharap sempat untuk merasakan nikmatnya berdoa. Semua doa yang dipanjatkan di sini Insya Allah dikabulkan.
Jika sudah berhasil masuk setelah berjuang berdesak-desakan, jamaah memanfaatkan kesempatan berada di area ini untuk shalat dua rakaat, berdzikir, berdoa maupun membaca Alquran. Suara takbir, tahmid dan tahlil diiringi dengan shalawat kepada Rasulullah dan lirihnya doa bercampur jadi satu.
Shalat di masjid Nabawi memiliki banyak keistimewaan. Menurut riwayat Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1.000 kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya.”

Biografi Jusuf Kalla

Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau lebih populer dengan sebutan JK, adalah mantan Wakil Presiden Indonesia yang menjabat pada 2004 – 2009 dan Ketua Umum Partai Golongan Karya pada periode yang sama. JK menjadi capres bersama Wiranto dalam Pilpres 2009 yang diusung Golkar dan Hanura. 

Sebelum menjabat sebagai calon wakil presiden mendampingi calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, JK pernah menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Abdurrahman Wahid, tetapi diberhentikan dengan tuduhan terlibat KKN. Kemudian JK kembali diangkat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri Jusuf Kalla kemudian mengundurkan diri sebagai menteri karena maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan kemenangan yang diraih oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI yang ke-6, secara otomatis Jusuf Kalla juga berhasil meraih jabatan sebagai Wakil Presiden RI yang ke-10. Bersama-sama dengan Susilo Bambang Yudhoyono, keduanya menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama kali dipilih secara langsung oleh rakyat.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai ketua umum Partai Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung sejak Desember 2004 hingga 9 Oktober 2009.

Pengalaman Organisasi
  1. Mahasiswa
    (1964-1966) Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNHAS
    (1965-1966) Ketua Umum HMI Cabang Makassar
    (1966-1968) Ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia Sulsel

  2. Profesi
    (1985-1997) Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel
    (1997-2002) Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia
    (1985-1995) Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Sulsel
    (1987-2000) Wakil Ketua ISEI Pusat
    (2000-sekarang) Penasehat ISEI
    (1990-sekarang) Ketua Umum Ikatan Alumni UNHAS Makassar

  3. Sosial/Pendidikan
    (1975-1995) Ketua Yayasan Universitas Muslim Indonesia, Makassar
    (1975-sekarang) Ketua Perguruan Islam Datumuseng Makassar
    (1980-sekarang) Anggota Dewan Penyantun UNHAS, IAIN, IKIP Makassar
    (1982-sekarang) Ketua Umum Yayasan Pendidikan Hadji Kalla
    (1990-sekarang) Ketua Umum Yayasan Pendidikan Al Gazali Makassar
    (2002-2006) Anggota Wali Amanat IPB Bogor
    (2004-sekarang) Dewan Penyantun Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan
    Ketua Umum Antar Agama Sulsel

Karier

  • Karier Politik Ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan (1965)
  • Karier Politik Anggota Dewan Penasihat DPD Golkar Sulsel (1978)
  • Karier Politik Anggota Dewan Penasihat DPP Golkar Sulsel (1999)
  • Karier Politik Ketua Umum DPP Partai Golkar (2004)
  • Karier Kerja Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI (1999)
  • Karier Kerja Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI (2001)
  • Karier Kerja Wakil Presiden Republik Indonesia (2004)
  • Karier Kerja Anggota DPRD Sulawesi Selatan (1965)
  • Karier Kerja Anggota MPR RI Utusan Golkar (1982)
  • Karier Kerja Anggota MPR RI Utusan Golkar (1987)
  • Karier Kerja Anggota MPR RI Utusan Daerah (1992)
  • Karier Kerja Anggota MPR RI Utusan Daerah (1997)
  • Dunia Usaha Direktur Utama CV. Hadji Kalla (1966)
  • Dunia Usaha Direktur Utama PT. Bumi Karsa (1969)
  • Dunia Usaha Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama (1988)
  • Dunia Usaha Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama (1988)
  • Dunia Usaha Direktur Utama PT. Kalla Inti Surya (1993)
  • Dunia Usaha Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International (1995)
Prestasi :

Tidak ada pemimpin negara di dunia yang mampu memberi kesejahteraan secara langsung pada rakyatnya, yang ada adalah bagaimana kebijakan seorang pemimpin mampu membuat rakyatnya sejahtera.
Saya adalah salah satu dari ratusan juta rakyat Indonesia yang optimis jika memilih pemimpin yang tepat akan melahirkan Indonesia yang lebih baik. Terus kenapa harus Jusuf Kalla? Jika dijelaskan mungkin akan banyak prestasi dan pengabdian yang beliau berikan pada Indonesia dan rakyat Indonesia.
Saya kasih contoh satu saja, misalkan, perpindahan minyak tanah ke gas. Lihat, meskipun awal-awal menimbulkan pro dan kontra, tapi setidaknya melalui perpindahan ini rakyat senang karena memasak jauh lebih efisien dan praktis. Belum lagi dari sudut keuangan negara, lebih dari 150 Triliun rupiah anggaran negara terselamatkan. Itulah pemimpin yang visioner dan memihak kesejahteraan rakyat.
Bayangkan kalau Jusuf Kalla tidak pernah menjadi Wakil Presiden, mungkin sampai saat ini kita masih pakai minyak tanah :)

Minggu, 07 Juli 2013

Haramain: Madinah, Kota Nabi, Kota Cahaya


Madinah, kota yang awalnya hanya merupakan kota jalur perdagangan mengalami perubahan ketika cahaya Islam datang. Madinah, ia menjadi sentral Islam, pusat pemerintahan Islam dan penyebaran ke berbagai penjuru Arab pada masa itu.

Madinah.Semua berawal dari kedatangan enam orang pemuda Yatsrib ke Makkah untuk berhaji pada tahun kesebelas Nubuwwah (diangkatnya Muhammad menjadi Nabi dan Rasul), lalu Rasulullah bertemu dengan mereka saat melewati Aqabah di Mina. Maka beliau berbincang dengan mereka dan akhirnya mereka memeluk Islam. Sekembalinya ke Yatsrib, mereka membawa risalah Islam dan menyebarkannya pada kaumnya. Lalu pada musim haji berikutnya, dua belas orang dari Yatsrib datang ke Makkah, lima di antaranya adalah mereka yang telah bertemu Rasulullah pada musim haji sebelumnya. Mereka bertemu di Aqabah di Mina, maka terjadilah peristiwa yang dikenal sebagai Baiat Aqabah yang pertama.

Maka inilah baiatnya seperti yang diriwayatkan Al-Bukhary dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Kemarilah dan berbaiatlah kalian kepadaku untuk tidak menyekutukan sesuatu pun dengan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak sendiri, tidak akan berbuat dusta yang kalian adakan antara tangan dan kaki kalian, tidak mendurhakaiku dalam urusan yang baik. Barangsiapa di antara kalian menepatinya, maka pahalanya ada pada Allah. Barangsiapa mengambil sesuatu dari yang demikian ini, lalu dia disiksa di dunia, maka itu merupakan ampunan dosa baginya, dan barangsiapa mengambil sesuatu dari yang demikian itu lalu Allah menutupinya, maka urusannya terserah Allah. Jika menghendaki Dia menyiksanya dan jika menghendaki Dia akan mengampuninya". Lalu aku (Ubadah bin Ash-Shamit) pun berbaiat kepada beliau.

Setelah peristiwa ini, beliau mengirimkan Duta Islam yang pertama ke Yatsrib, dia adalah Mush'ab bin Umair Al-Abdary, seorang pemuda yang tampan, pandai, dan sangat dikenal di Makkah. Mush'ab berangkat bersama mereka. Hasilnya memuaskan, bersama As'ad bin Zurarah ia menyebarkan Islam di Yatsrib. Boleh dibilang bahwa mereka mengondisikan Yatsrib sebelum hijrahnya kaum Muslimin ke sana.

Hingga akhirnya setelah Yatsrib telah terkondisikan, kaum Muslimin hijrah ke sana. Hijrah dengan mengorbankan segala hal yang telah mereka punya di Makkah, mengorbankan untuk pergi dari kampung halaman mereka. Maka inilah pengorbanan yang menjadi tonggak sejarah kebangkitan Islam, karena hijrah ke Yatsrib -yang kemudian menjadi Madinah- menjadi keberhasilan yang besar bagi Islam. Di Madinah lah kaum Muslimin dapat hidup tenang, dan Madinah lah yang menjadi pusat Islam masa itu.

Masjid Nabawy, langkah awal yang Rasulullah lakukan setelah sampai di Madinah. Masjid Nabawy, ia tak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat pembelajaran Islam, pusat pertemuan dan madrasah bagi kaum Muslimin. Masjid Nabawy juga menjadi tempat mengatur segala urusan sekaligus sebagai gedung parlemen untuk bermusyawarah dan menjalankan roda pemerintahan. Maka inilah fungsi masjid, tak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga berbagai urusan lainnya untuk kemaslahatan ummat.

Di Madinah inilah kita juga tahu tentang contoh ukhuwah, saat Rasulullah mempersaudarakan antara Muhajirin Makkah dan Anshar Madinah. Persaudaraan ini begitu lekat, kaum Anshar bahkan rela membagi harta serta rumah mereka. Mereka juga mendahulukan kepentingan saudaranya ini sebelum kepentingan mereka, saling mengasihi dan memberikan pertolongan, persaudaraan ini memberikan warna di masyarakat yang baru dibangun ini.
Terkenallah kisah Abdurrahman bin 'Auf dan Sa'd bin Ar-Rabi', keduanya dipersaudarakan oleh Rasulullah.
Suatu kali Sa'd berkata pada Abdurrahman, "Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya di kalangan Anshar. Ambillah separuh hartaku menjadi dua. Aku juga mempunya dua istri. Maka lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis, maka nikahilah ia!"
Namun apa jawaban Abdurrahman tentang tawaran saudaranya ini?
Abdurrahman berkata, "Semoga Allah memberkahi bagimu dalam keluarga dan hartamu. Lebih baik tunjukkan saja mana pasar kalian?"
Maka orang-orang pun menunjukkan pasar Bani Qainuqa'. Tak lama, ia sudah mendapatkan sejumlah samin dan keju.
Ini adalah salah satu contoh kecil dalam Ukhuwah Islamiyah yang terjadi di Madinah, tentunya lebih banyak lagi contoh yang membuat kita terkagum dengannya.

Selain itu, Rasulullah membuat perjanjian dengan penduduk Madinah yang Muslim, lalu beliau juga membuat piagam perjanjian dengan pihak Yahudi Madinah. Beliau menawarkan perjanjian kepada mereka, yang intinya memberikan kebebasan menjalankan agama dan memutar kekayaan, tidak boleh saling menyerang dan memusuhi.
Dengan perjanjian ini, maka Rasulullah menegaskan Islam di Madinah. Madinah pun menjadi satu negeri yang makmur dan menjadi ibukota Islam.

Selasa, 02 Juli 2013

Mengenal Fungsi Tombol F1 Sampai F12 Pada Keyboard Komputer

Seringkali kita menjumpai tombol F1,F2, F3, hingga F12 pada keyboard, namun mungkin kita masih belum mengetahui fungsi masing-masing tombol tersebut.

Berikut ini adalah fungsi tombol F1 sampai F12 pada keyboard. Tombol tersebut dikenal dengan tombol fungsi, tombol ini sendiri memiliki kegunaan dan biasanya penggunaan tombol ini bisa dipengaruhi oleh sistem operasi yang sedang digunakan, aplikasi yang terinstall pada sistem operasi tersebut, maupun jenis-jenis platform laptop maupun notebook. Tombol ini juga dapat dikombinasikan dengan tombol Alt maupun Control (Ctrl).

Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai fungsi tombol F1 sampai F12 tersebut.

F1
Biasanya tombol ini lebih difungsikan untuk menampilkan layar bantuan (help) dari hampir semua jenis aplikasi komputer.
Untuk mengakses beberapa jenis BIOS.
Pada Microsoft Office kombinasi tombol Windows Key + F1 akan menampilkan Microsoft Windows help and support center.
Kombinasi Ctrl + F1 akan menampilkan Task Pane pada Microsoft Office.
Mengaktifkan dan menonaktifkan fungsi mouse komputer.

F2
Pada Windows biasa digunakan untuk mengubah/rename ikon ataupun file.
Kombinasi tombol Alt + Ctrl + F2 digunakan untuk membuka sebuah file dokumen pada Microsoft Word.
Kombinasi Ctrl + F2 akan menampilkan Print Preview pada Microsoft Word.
Biasa digunakan untuk mengakses CMOS Setup.

F3
Pada MS–DOS berguna untuk mengulangi perintah terakhir.
Kombinasi tombol Shift + F3 akan mengubah teks dalam Microsoft Word dari huruf kecil menjadi huruf besar.
Mengaktifkan maupun menonaktifkan fungsi Wi-Fi

F4
Untuk mengulangi aksi/perintah terakhir pada komputer (Undo).
Kombinasi tombol Alt + F4 akan menutup program yang sedang aktif pada Microsoft Windows secara bersamaan.
Kombinasi Ctrl + F4 akan menutup jendela yang sedang terbuka dalam jendela yang sedang aktif dalam Microsoft Windows.
Mengaktifkan maupun menonaktifkan suara/volume.

Lima Resep Alami Pereda Batuk


Minum obat bukanlah satu-satunya solusi untuk menyembuhkan batuk.
by Mona Indriyani
Selasa, 2 Juli 2013, 16:05 WIB vivanews

Batuk kerap datang di cuaca yang tak menentu. (Telegraph)

VIVAlife -Batuk merupakan jenis penyakit ringan, tapi meresahkan. Apalagi ketika cuaca sedang tidak stabil seperti akhir-akhir ini.

Sebagian besar dari kita tahu seperti apa rasanya ketika batuk datang tiba-tiba. Mengganggu aktivitas, menjengkelkan dan menyakitkan, terutama di saat malam menjelang tidur.
Minum obat bukanlah satu-satunya solusi untuk menyembuhkan penyakit Anda. Ada 'ramuan' obat batuk dari bahan alami yang bisa Anda coba di rumah.

Melansir Healt.india.com, berikut ini adalah zat alami yang dapat Anda coba di rumah untuk menghilangkan bunyi "uhuk..uhuk..uhuk!"Air hangat dan garam
Saat Anda mulai merasakan nyeri di tenggorokan, segeralah membuat larutan garam dan air hangat. Garam dalam air dapat membantu mengalirkan kelebihan cairan di daerah yang meradang di tenggorokan. Menurut buku klinik Mayo dari pengobatan rumah, berkumur juga menghilangkan iritasi di tenggorokan dan mengencerkan lendir.

Konsumsi santapan yang hangat
Minum air hangat adalah cara yang baik untuk menenangkan peradangan di tenggorokan. Sebuah sup hangat adalah solusi yang jauh lebih baik dibandingkan segelas teh herbal panas.

Madu
Sejak dulu, madu telah dikenal untuk menenangkan tenggorokan teriitasi lapisan dan mengurangi batuk. Sebuah studi yang dilakukan di Penn State School of Medicine pada anak di atas usia 2 tahun menunjukkan, madu membantu mereka batuk kurang dan tidur lebih baik.

Jahe

Untuk batuk kering, salah satu cara termudah untuk menemukan bantuan adalah untuk memotong satu ruas jahe segar, taburi sedikit garam di atasnya dan mengunyahnya selama beberapa menit.

Bawang putih

Bawang putih merupakan cara yang efektif antimikroba dan ekspektoran. Yang membuat agen yang berharga untuk melawan batuk. The University of Maryland Medical Center menunjukkan, bawang putih dapat membantu mencegah pilek dan mengurangi gejala batuk. (eh)